Trend Covid-19 Naik, Palembang Terapkan PPKM Mikro Mulai 9-20 Juli

Mall Dibatasi Buka Sampai Jam 17.00 WIB

PALEMBANG, SuaraSumselNews | MENINDAK lanjuti Intruksi Mendagri (Inmendagri), Pemkot Palembang akhirnya memberlakukan Pengetatan PPKM Mikro diberlakukan mulai 9 Juli – 20 Juli mendatang.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menyebutkan sebenernya Inmendagri telah diberlakukan pada tanggal 6 Juli kemarin. Namun pihaknya harus mengadakan rapat dan sosialisasi terlebih dahulu.

“Hasil rapat tadi besok kita sosialisasi dulu. Efektifnya diterapkan Jumat tanggal 9 Juli sampai tanggal 20 Juli pengetatan PPKM Mikro diberlakukan di Kota Palembang,” kata Harnojoyo (7/7).

Menurutnya Kota Palembang mendapatkan intruksi Mendagri dari 43 Kota di Indonesia. Hal itu efek dari tinggi penularan Covid-19 dan status zona merah.

“Wajar saja karena Kota Palembang trend Covid-19 naik. Penularan dan angka kematian tinggi dan hunian rumah sakit juga padat,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat Kota Palembang mengikuti aturan pengetatan PPKM yang diberlakukan tersebut. Dia inginkan warganya mampu diajak bekerjasama jangan sampai Kota Palembang akan menerapkan kebijakan darurat PPKM Mikro.

“Kami mohon untuk semua pihak, kerjasama terutamanya masyarakat. Kalau kita tertib semoga virus ini hilang,” ucapnya.

Diakuinya pengetatan PPKM Mikro akan diberlakukan dengan pola pembatasan aktifitas dari pukul 17.00 WIB. Lalu untuk kantor hanya boleh mempekerjakan karyawan 25 persen saja.

“Mall tutup sampai pukul 17. 00 WIB. Untuk ASN di kantor 25 persen dan 75 persen bekerja di rumah. Kalau untuk pelajar mereka sekolah dalam jaringan (daring),” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *