Langka Migor, DPKUKM Banyuasin Operasi Pasar

BANYUASIN, SuaraSumselNews | ADANYA keluhan masyarakat soal kelangkaan minyak goreng (migor) di pasaran, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Banyuasin akan melakukan operasi pasar murah.

“Iya akan dilakukan operasi pasar murah ,kita sudah melakukan PO dengan produsen migor di Banyuasin dan untuk pelaksanaan masih menunggu kesiapan dari produsen,” kata Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA Kepala DPKUKM Banyuasin di konfirmasi media ini, Rabu (23/2)

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Banyuasin melakukan sidak di wilayah Talang Kelapa Banyuasin, Selasa (22/2) dan menemukan kuota minyak goreng di tingkat distributor mengalami pengurangan. Hal inilah yang dapat memicu kelangkaan minyak goreng di Bumi Sedulang Setudung.

Menurut Erwin, ada beberapa merek minyak goreng menghilang dari pasaran. Bahkan minyak curah yang biasa stok tersedia banyak, kini sudah tidak produksi lagi.

“Ada beberapa merek yang hilang dan minyak goreng curah yang tidak lagi produksi sehingga secara total kuota minyak goreng untuk Banyuasin berkurang,” jelas Erwin.

Menurutnya, jika di presentasikan pengurangan sekitar 30 persen. Namun, kata Erwin, untuk mengatasi kelangkaan ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan distributor untuk melakukan operasi pasar murah.

‘Ya kurang lebih 30 persen berkurangnya, tetapi setelah ini minyak goreng curah dengan program pemerintah akan segera menyusul untuk dilakukan operasi pasar,” ujar Erwin.

Terkait harga Erwin menegaskan untuk ditingkat distributor masih berkisaran Rp 13.500 perliter. Jadi untuk ditingkat pedagang harga masih bervariasi yakni Rp 14.000 sampai dengan Rp 16.000/ liternya.

Erwin mengatakan, untuk Kabupaten Banyuasin ada dua produsen minyak goreng yaitu, PT Inti Benua Perkasatama dan PT Tunas Baru lampung.

“Alokasi minyak goreng untuk Banyuasin, PT Inti Benua Perkasatama sebanyak 1560 ton dan PT Tunas Baru Lampung sebanyak 50 ton,” ujarnya.

Menurut Erwin, saat ini pihaknya tengah berupaya meminta distributor minyak agar memperbanyak alokasi kuota sehingga kebutuhan minyak goreng di Banyuasin teratasi.(*)
laporan ; temi jen husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *