Deru Buka Bimtek Kades se-Kabupaten OKU Timur

Wujudkan Desa Mandiri

 

MARTAPURA, SuaraSumselNews |
GUBERNUR Sumsel H Herman Deru membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM, Leadership Kepala Desa dalam mewujudkan Desa Mandiri serta Good and Clean Governance se-Kabupaten OKUT, bertempat di Ballroom hotel The Zuri, Kamis kemarin (27/8).

Acara yang dihadiri oleh Bupati OKU Timur dan beberapa Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKU Timur.

Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika usai membuka acara mengatakan, bahwa Camat ada sekolahnya sedangkan Kades yang dilahirkan oleh proses demokrasi tertua di Indonesia dan tidak ada sekolahnya.

“Maka saya minta bimbingan teknis seperti ini digiatkan terus agar kemampuan dalam memimpin dan Jiwa leadership manajemen administrasi juga semakin baik,” tuturnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru berharap agar bimbingan teknis seperti ini jangan berhenti dan setiap tahun harus diadakan agar semua Kades di Sumsel mampu membawa perekonomian di desanya lebih baik lagi.

Sementara, Bupati OKU Timur H. Khalid Mawardi ketika mendampingi Gubernur Sumsel mengatakan, melalui Bimtek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Ilmu para Kades dalam membangun desanya.

“Bisa berkembang terus melalui pengetahuan dan Bimbingan teknis ini. Selain itu jangan sampai Kepala Desa itu tidak paham terhadap perkembangan tentang aturan dan manajemen. Apalagi saat ini, banyak pejabat baru sehingga masalah di pedesaan banyak belum paham, seperti yang dikatakan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru tadi, bahwa Kades ini tidak ada sekolahnya,” ucap H Khalid Mawardi.

Kholid menerangkan bahwa di Kabupaten OKU Timur saat ini ada 305 Desa Definitif dengan 20 Desa persiapan dan 7 Kelurahan sehingga total keseluruhan mencapai 332 desa/kelurahan.

Lebih lanjut Bupati OKU Timur ini juga berharap, seluruh desa bisa mandiri dan tidak tergantung dengan desa desa lainnya.

Apalagi, sambung dia, saat ini di OKU Timur sudah ada desa percontohan yakni desa percontohan bidang pangan yang punya pendapatan sebesar 221 ton setiap tahun yang jika dikalikan 8000 rupiah mampu menghasilkan uang 1 Miliar lebih.

“Di OKU Timur selain pangan kita juga akan mengembangkan sektor perikanan dan peternakan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten OKU Timur itu sendiri,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

Berita Terkait