Warga Pertanyakan Bangunan Drainase

Gunakan DD Mainan Rp 86.900.000.

PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews- BUKTINYA penggunaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa dalam wilayah Kabupaten Banyuasin, sepertinya masih terkesan tak transparan oleh pemerintah setempat.

Diantaranya, seperti yang terjadi di Desa Mainan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Dimana, pembangunan drainase lokasi RT 05 Dusun I itu, terkesan bermasalah alias terhenti. Makanya, kini warga Desa Mainan protes dan mempertanyakan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Diketahui, pembangunan drainase sepanjang 400 meter dengan ketinggian 30 centi meter (cm) tersebut, menghabiskan Dana Desa (DD) mencapai Rp 86.900.000. Juga dananya dari APBN melalui program dana desa tahap I yang dikerjakan beberapa waktu lalu.

Warga curiga, apa penyebabnya? Karena diduga dari bentuk bangunan yang dibangun itu, warga merasa khawatir. Sebab hasil bangunannya tak akan bertahan lama. Hal itu sebagai penyebabnya, pengerjaan saluran air ini tak miliki kekuatan apapun. Bahkan, bila dilintasi oleh kendaraan roda dua dan empat, pasti akan amblas atau roboh.

“Terus bila diperhitungkan dengan wajar, untuk bangun drainase sepanjang 400 meter itu, mungkin dananya akan mencukupi. Tapi kenyataan dilapangan, toh sejumlah titik galian tak dibangun. Alasannya dananya telah habis,’’ ungkap puluhan warga Desa Mainan kepada SuaraSumselNews, kemarin.

Sementara, TPK Pemdes Desa Mainan, Bu Ismar saat dikonfirmasi Kamis (19/7) menjelaskan, memang dana desa untuk bangun drainase sepanjang 400 meter itu,cukup pantastis. Namun karena banyak biaya tak terduga. Termasuk, beberapa titik galian ditolak warga untuk dibangun. Makanya, titik galian tersebut kita abaikan.

Terus terang sudah berkali-kali diberitahukan dengan warga. Maksudnya untuk memperbolehkan sebagian lahan atau titik yang dilewati drainase untuk dibangun. Tetapi tetap ada sejumlah warga menolak. Jadi titik tersebut dilewatkan, terangnya.

Terkait terhentinya pembangunan drainase, warga disini berharap Pemkab Banyuasin dan pihak terkait segera menindaklanjutinya. ’’Kalau perlu, dilakukan kajian ulang bangunannya.Dan wajib diusut hingga tuntas, supaya prasangka negatif dapat dihindari,’’ harap warga. (*)

laporan : temi jen husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *