PALEMBANG, SuaraSumselNews – Beberapa pekan ini sejumlah wilayah di Sumatera terpantau memiliki indeks kualitas udara (AQI) tinggi pada Minggu (6/9) pagi. Berdasarkan pantauan IQAir, beberapa titik di Sumatera tercatat memiliki AQI di atas 150, seperti 175, 183, 193, 203, 223, dan 231.
Selain itu, terdapat sejumlah titik lain dengan AQI 150-an hingga 190-an, antara lain 151, 152, 156, 158, 167, 172, 174, 178, 184, dan 195. Peta tersebut juga menunjukkan sejumlah titik panas di wilayah Sumatera.
Sesuai Kualitas Udara Palembang sempat sangat tidak sehat di Sumatera Selatan, kualitas udara Kota Palembang sebelumnya sempat berada pada level sangat tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan BMKG pada Kamis (3/9/2026) pukul 03.00 WIB, kualitas udara Palembang berada pada level sangat tidak sehat. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi asap karhutla dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang terbawa menuju Palembang.
“Kualitas udara di Kota Palembang pada Kamis (3/9) pukul 03.00 WIB pada level sangat tidak sehat,” kata Wandayantolis, dikutip dari Antara Sumsel, Jumat (4/9).
Pada waktu tersebut, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 235,6 mikrogram per meter kubik. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran tidak lebih dari 2,5 mikrometer yang dapat terhirup ke dalam saluran pernapasan.
Konsentrasi PM2.5 kemudian turun menjadi 68,6 mikrogram per meter kubik pada siang hari. Dalam sepekan karhutla masih terjadi. Sementara itu, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Salah satunya terjadi di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) tersebut membakar sekitar 30 hektare lahan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, pemadaman menjadi tantangan karena lahan yang terbakar merupakan gambut dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
“Gambut dalam dan bahan bakaran melimpah. Butuh waktu (untuk pemadaman) karena gambut. Harus benar-benar memastikan pemadaman tuntas,” ujar Ferdian, Sabtu (5/9).
Kepulan asap dari kebakaran tersebut terlihat dari udara hingga radius sekitar 10 kilometer. Tim masih berada di lokasi untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan. (*)




