oleh

Sekolah Swasta Terancam

Jumlah Siswa Baru Terus Melorot

PALEMBANG, SuaraSumselNews | BANYAK sekolah-sekolah swasta terancam. Pasalnya jumlah murid setiap tahun ajaran, terus melorot alias tak dapat siswa baru. Hal itu sangat dirasakan oleh SMK Antara, Jalan Sukabangun Palembang.

Ketua Yayasan SMK Antara Palembang, H Drs Asnawi, CK, MM menerangkan, saat penerimaan siswa baru (PPDB) sekolah swasta selalu menjadi korban minimnya siswa baru. Apa penyebabnya? Karena hampir semua sekolah negeri menerima murid baru, over kuota (melebihi-red).

Inilah masalah yang serius menimpa sejumlah sekolah swasta, termasuk SMK Antara. Meskipun ada siswa yang masuk, itupun terbatas dan mungkin sisa-sisa siswa yang tak diterima di sekolah negeri. ‘’Dampaknya, bisa jadi sekolah-sekolah swasta dalam beberapa tahun kedepan akan kolep,’’ ujar Asnawi kepada media ini, Sabtu kemarin.

BACA JUGA:  JPU Limpahkan Berkas Perkara

Ironisnya ujar Asnawi, terkadang kuota atau lokal kelas sudah padat. Namun ternyata, pihak sekolah negeri tetap saja menerima siswa baru. Bahkan ada salah satu sekolah negeri membuat double sip. Yakni, ada masuk pagi dan siang.

Terkait kejadian seperti ini, hampir semua sekolah swasta berharap pada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah kongkrit guna mengatasi kejadian tersebut. ‘’Baiknya peraturan yang ditentukan oleh Diknas selama ini, ditinjau ulang. Maksudnya, agar semua sekolah swasta jangan sampai terjadi kolep alias tutup,’’ pinta Asnawi dengan serius.

Katanya, apakah ini termasuk diskriminasi dalam pembinaan sekolah? Seharusnya Diknas dan Ombudzman dapat memberikan sanksi pada sekolah negeri yang menerima murid baru lampaui lokal/kelas yang sudah ditentukan.

BACA JUGA:  Rapat Paripurna DPRD Bahas Nota Penjelasan Bupati Ogan Ilir

“Pastinya kami butuh perhatian pemerintah, supaya sekolah swasta dapat bertahan kejenjang yang lebih baik,’’ harap Asnawi yang juga Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Palembang. (*)

laporan : m akip

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.