PLN WS2JB Distribusi Logistik ke Lampung

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Pasca tsunami yang melanda sebagian Kota Lampung berdampak lumpuhnya sebagian wilayah yang terdampak tsunami, ada beberapa wilayah yang rusak akibat kerasnya terjangan tsunami, sebagai bentuk kepedulian pasca bencana. General Manager PLN WS2JB Daryono melepas Tim Relawan Pemulihan Kelistrikan di halaman Gedung PT PLN (Persero) Wilayah S2JB, Sabtu (29/12)

Daryono mengungkapkan, keberangkatan tim ini untuk menggantikan tim yang sudah lama di Lampung, tim yang dikirim kali ini untuk membantu dan mendistribusikan bantuan kepada warga.

“Sementara keberangkatan ditargetkan selama tiga hari. Selanjutnya akan diperpanjang, nanti kita akan lihat situasi dan kondisi disana jika masih diperlukan,” ungkapnya saat melepas 10 orang relawan untuk menggantikan tim relawan yang sebelumnya sudah lama dilokasi bencana.

Ia menambahkan, tugas tim relawan akan fokus pada logistic, karena untuk sistim kelistrikan di Lampung tidak begitu parah, jadi tim hanya membantu menyalurkan bantuan untuk korban di pengungsian.

“Sekitar 150 buah selimut untuk anak-anak dan orang dewasa, sembako, serta uang iuran dari karyawan PLN WS2JB dan dari Yayasan Baitul Mal, jadi sekitar 50 juta untuk dibantukan disana,” ujarnya.

Daryono mengungkapkan, dari pantauan di lapangan untuk kondisi kelistrikan di wilayah Lampung sudah mulai pulih, namun ada satu pulau yakni Pulau Besi yang masih dikosongkan.

“Karena Pulau Besi yang terdekat dengan Gunung Krakatau jadi saat ini masih di kosongkan, untuk kegiatan kelistrikan disana kita tinggalkan untuk sementara, karena situasi Gunung Krakatau,” bebernya.

Dampak terparah kebanyakan di wilayah daratan dibandingkan kepulauan. “Karena kondisi pulau itu masih belum aman jadi semua warga di evakuasi ke daratan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daryono juga bersimpati atas musibah yang menimpa saat media ghatering PLN di Banten. “Ada 47 orang meninggal dari rombongan Media Gathering PLN, saya prihatin dan belasungkawa karena yang ikut gathering kemarin sekitar 200 orang dan meninggal 47 orang,” ungkapnya haru. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *