Pindang Burung di Muara Batun

Mau Liburan Datanglah ke Desa Sendang Merenang

 

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | MESKI belum meredanya penyebaran virus Covid- 19, kita tak boleh stress dan kurang bersemangat. Pastikan, kita harus sehat dan taat dengan anjuran pemerintah.

Terkait prihal tersebut, mari kita mencari hiburan yang mudah dijangkau dan murah meriah. Kemana liburannya?

Ya, anda bisa ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).. Coba sesekali keluar dari tempat-tempat mainstream untuk mengunjungi desa agro wisata seperti Kota Kayuagung dan Kecamatan Sp Padang.

Masuklah lebih dalam ke desa-desa yang ada di sana, maka Anda akan menemukan suasana baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang lebih eksotis.

Salah satu desa yang bisa Anda kunjungi adalah Desa Serdang Merenang, Kecamatan Sp Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Desa ini merupakan salah satu desa unggulan Kabupaten Kecamatan Sp Padang. Berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Kayuagung dan 40 kilometer dari Kota Palembang. Desa ini menawarkan wisata agro. Penduduk desa setempat banyak yang bertani dan berkebun serta memelihara ternak, kebanyakan sapi dan kerbau, dengan cara tradisional.

Di desa ini Anda bisa berjalan kaki menelusuri pematang sawah nan hijau, sambil menikmati udara yang segar. Aroma tanaman padi yang khas akan tercium samar-samar terbawa angin.

Di tengah perjalanan, Anda juga berinteraksi dengan petani yang sedang beraktivitas di sawah. Mereka ramah, dengan gaya bahasa daerah campur dengan logat setempat. Sesekali Anda bisa melihat warga mandi di aliran sungai yang ada di tepi jalan.

Dodi Yansen SE, Kepala Desa Desa Serdang Merenang mengatakan, paket wisata ditawarkan seharga Rp 250 ribu dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Itu sudah termasuk makan siang di Rumah Makan Pindang Burung Bu Romlah di Desa Muara Batun.

Menurut dia, aktivitas ini bisa dilakukan setiap saat. Tapi para pengunjung akan menyukai masa setelah musim tanam ketika sawah-sawah terlihat hijau. Saat musim pengolahan sawah, para pengunjung bisa melihat petani mengolah tanahnya di sawah.

“Jadinya setiap musim akan punya cerita tersendiri. Musim pengolahan tanah bisa lihat petani membajak sawah. Setelah musim tanam sudah pasti akan kelihatan lebih hijau. Sedangkan di musim panen sudah pasti akan melihat ibu-ibu asli desa kami memanen padi,” kata Dodi.

Selain wisata sawah, Anda juga bisa melihat hewan ternak di rumah-rumah warga. Istimewanya, hewan-hewan ini bukan hanya untuk dijadikan kendaraan untuk membajak sawah, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk dijual keluar Kota.

Menurut Dodi, sebanyak puluhan rumah di desanya menjalankan bisnis pemeliharaan kerbau dan sapi.Ini semua merupakan hasil kerja keras warga.

“Kotoran ternak di desa ini tidak pernah menjadi masalah karena sudah dijadikan pupuk organik,” kata Dodi, Selasa, (21/4).

Pemanfaatan kotoran sapi ini membuat warga menghemat pengeluaran untuk membeli pupuk hingga ratusan ribu rupiah perbulan. Dengan diijadikan pupuk organik penghematan biaya bisa dilakukan hingga ratusan ribu rupiah. Pupuk organik itu digunakan petani di Desa Serdang Merenang untuk menghasilkan beras yang lebih sehat dan tentunya dengan harga jual yang lebih tinggi. (*)

laporan : adeni andriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *