PAD Palembang Melemah, Hingga Juni Capai 300 M

Dampak Corona, Ditarget Hanya
617 Milyar

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews |
HADIRNYA pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir ini, memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap melemahnya perekonomian. Dan mengakibatkan minimnya pendapatan asli daerah (PAD).

Buktinya, hingga Juni ini saja, tercatat pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang, diketahui hanya masuk diangka Rp 300 miliar.

Memang, melemahnya perputaran ekonomi di Kota Palembang mulai dirasakan sejak Maret lalu. Di mana banyaknya mall, perhotelan dan tempat usaha lainnya yang tutup. Belum lagi beberapa perusahaan mulai merumahkan pekerjanya.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa kepada media ini, Kamis (18/6) mengatakan, karena pandemi ini telah dilakukan rasionalisasi target PAD yang awalnya Rp1,5 triliun menjadi Rp 617 miliar. Lantaran di tengah pandemi ini akan sulit untuk meraih target hingga triliunan rupiah itu.

“Hingga bulan Juni ini saja baru sekitar Rp 300 miliar. Pesimis tercapai, itu karena kita sudah minta wajib pajak yang besar seperti BUMN yang potensial bayar pajak lebih dulu,” jelasnya.

Sementara saat ini Kota Palembang menganggarkan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 480 miliar. Jumlah yang cukup tinggi ini bergantung sepenuhnya pada pendapatan daerah. Meski saat ini untuk penanganan Covid baru menggunakan anggaran sebanyak Rp 25 miliar.

“Fisik anggaran itu tergantung pendapatan daerah. Karena potensi yang besar sudah bayar jadi kita akan menyisir dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) para pejabat Kota Palembang,” katanya.

Dikatakan, anggaran Rp 25 miliar tersebut digunakan untuk bidang kesehatan yakni Dinas Kesehatan dan RS Bari. Seperti untuk penambahan tempat tidur dari 12 menjadi 50 dan pengadaan APD. Kemudian bidang UMKM, pembuatan masker kain di 107 kelurahan dengan memberdayakn 350 UMKM.

“Bidang jaring pengaman sosial yakni pembelian sembako, dan perekonomian belum tergunakan karena harga sembako sejauh ini masih stabil,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *