oleh

Masyarakat Peduli OKU Bersatu Minta Kejari Usut Dugaan Korupsi Dana Kompensasi PLN ULP

Gabungan LSM OKU Gelar Aksi Demo

BATURAJA, Suara SumselNews | GABUNGAN Lembaga Sosial Masyatakat (LSM) yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli OKU Bersatu, menggelar aksi demo di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten OKU, Kamis (9/6).

Aksi demo ini oleh gabungan dari beberapa LSM tersebut, diantaranya, LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB), LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia(KCBI), Masyarakat Anti Korupsi Sumsel (MARKAS) melaporkan  dugaan indikasi korupsi yang terjadi pada PLN ULP Baturaja ke Pihak penyidik Kejaksaan Negeri ( Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU).

Koordinator aksi Hipzin yang juga Ketua Umum Masyarakat Anti Korupsi Sumsel (MARKAS) dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka ini merupakan representasi ratusan, bahkan ribuan para pelanggan listrik yang ada di Kabupaten OKU. Giat mereka ke kantor Kejari OKU disamping menyampaikan pendapat dimuka umum. Juga menyampaikan laporan indikasi korupsi yang terjadi di PLN ULP Baturaja terkait  dana konpensasi.

BACA JUGA:  Genting, Palembang Kurang Guru, Wako Usulkan Seluruh Honorer Jadi PPPK

“Kami berharap penyidik Kejaksaan Negeri OKU dapat menindak lanjuti laporan yang telah disampaikan.dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Manager PLN ULP Baturaja terkait laporan indikasi dimaksud.

Tuntutan kami adalah menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Karena yang terkena dampak selama ini bukanlah person melainkan masyarakat OKU. Semoga laporan Masyaralat Peduli OKU Bersatu sebagai pintu awal pihak Kejaksaan Negeri OKU untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap) Leo Nardo yang juga sebagai Ketua DPC RIB OKU dalam pernyataan sikapnya  menyampaikan tiga tuntutan antara lain, pihaknya meminta agar pihak Penyidik Kejaksaan Negeri OKU untuk dapat segera melakukan audit investigasi mendalam terkait dugaan korupsi dana konpensasi yang seharusnya selama ini dapat diterima oleh masyarakat OKU akibat dampak dari Pasaman aliran listrik.

BACA JUGA:  Nasib Guru Honorer Jangan Khawatir, Tunggu Solusinya Lebih Lanjut

Pihaknya meminta pada pihak penyidik untuk dapat memanggil dan memeriksa manager PLN Baturaja. Dan pihak-pihak dalam pengadaan, dan pemeliharaan jaringan listrik di Kabupaten OKU. Hal itu karena diduga kuat dalam pelaksanaan pelayanan listrik selama ini sangat berpotensi telah terjadinya tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme hingga berdampak sering terjadinya pemadaman aliran listrik tanpa adanya pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat atau konsumen.

Juga pihaknya meminta kepada penyidik Kejaksaan Negeri OKU kiranya dapat mengambil dan menyita seluruh dokumen keuangan, laporan pertanggung jawaban anggaran, pengadaan, pemeliharaan jaringan listrik di Kabupaten OKU terhitung sejak tahun 2020 hingga 2022. Dan temasuk dokumen kontrak kerjasama pembelian tenaga listrik dari pihak ketiga guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan, paparnya.

BACA JUGA:  Deru : Efisiensi Belanja APBD Jadi Prioritas Pemprov Sumsel

Dalam aksi demo, massa diterima  Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri OKU, Variska Ardina Kusama, SH.MH didampingi Kasi Pidum Amein Ramadhan,SH. Selain itu, aksi demo juga dihadiri oleh  perwira menengah Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Ketua DPW Rib Sumsel Harno Pangestu, Ketua KCBI OKU Alis Kelana, Erham dan para pengurus Markas serta masyarakat OKU lainnya.(rdt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.