oleh

Lima Rumkit BUMN di Sumsel Akan Sediakan Vaksin Mandiri

Sekali Suntik Hanya 1 Juta

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews – SEDIKUTNYA Ada lima rumah sakit di Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam himpunan Rumah Sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal menyediakan vaksin mandiri Covid-19 dari pemerintah pusat.

Direktur RS PUSRI, Prof,Dr, dr. H Yuwono M, Biomed membenarkan bahwa RS Pusri menjadi salah satu rumah yang sakit yang ditunjuk untuk menyalurkan vaksin mandiri.

Distribusi vaksin mandiri tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, bahwa vaksin Covid-19 mandiri yang akan mengaturnya adalah jalur BUMN lewat kumpulan seluruh rumah sakit BUMN di Tanah Air.

Untuk seluruh Indonesia setidaknya ada 70 rumah sakit dan di Sumsel ada lima rumah sakit BUMN yakni RS Pusri, RS Pertamina Plaju, RS Pertamina Prabumulih, RS Pelabuhan dan RS PTBA Muara Enim.

BACA JUGA:  Wagub ; Hasil Reses DPRD Sumsel Akan Menjadi Pertimbangan Dalam Program

“Memang benar RS Pusri jadi salah satu rumah sakit yang akan menyediakan vaksin covid-19 mandiri bersama RS BUMN lainnya,” katanya, Minggu (13/12).

Ia menjelaskan, meski telah ditunjuk menjadi salah satu RS BUMN yang bakal menyalurkan vaksin mandiri Covid.

RS Pusri belum bisa menjelesakan secara gamblang berapa harga satu kali vaksin dan prosedur pemesanannya.

Sebab, manajemen RS Pusri sampai saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat bagaimana perkara harga dan prosedur lainnya sebelum dilakukan penyuntikan vaksin.

“Ancer-ancernya kemarin harganya Rp 1 jutaan lebih sekali vaksin, dalam setahun harus dua kali suntik. Jadi untuk saat ini belum bisa order, karena izin penggunaan vaksin dari BPOM juga belum keluar,” jelas Yuwono.

BACA JUGA:  Wagub Launching Satu juta Sambung Pucuk Kopi Petani Pagaralam

Ia menambahkan, untuk RS Pusri sejauh ini telah mengajukan sebanyak lima ribu dosis vaksin mandiri ke pemerintah pusat.

Sebagian vaksin mandiri tersebut bakal diprioritaskan terlebih dahulu terhadap para pegawai BUMN.

Jalur BUMN diprioritaskan mandiri karena memiliki kemampuan membayar, apalagi dari pemerintah pusat membebankan jalur mandiri sebanyak 65 persen dan subsidi 35 persen.

“Kami juga tetap hati-hati terhadap vaksin ini, karena kan belum selsai izinnya. Jadi saran saya jangan buru-buru untuk menyuntikkan vaksin ini,” ungkap Yuwono. (sp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.