INDRALAYA, SuaraSumselNews- Kecelakaan yang sering terjadi di sepanjang Jalintim Indralaya-Kayuagung, tak jarang ,menjadi penyebab kematian. Kecelakan itu terjadi akibat kerusakan jalan yang seolah tak diperhatikan pemerintah.
Mulai dari titik jalur lintas Kilometer 32 hingga ke pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), keadaan jalan begitu buruk. Banyak lubang-lubang yang menghiasi jalan tersebut, yang menjadi penyebab kecelakaan, terutama yang dialami pengendara sepeda motor.
Dari pantauan SuaraSumselNews di lapangan, kemarin, beberapa titik lubang yang ada sangat membahayakan jiwa pengendara kendaraan roda dua. Misalnya, di beberapa titik lubang-lubang Jalintim yang sangat berbahaya. Ada enam titik lubang jalan, di antaranya memiliki kedalaman sekitar 30 centimeter.
Menurut warga sekitar lokasi, khususnya badan jalan lintas yang berada di depan Penginapan Citra Indralaya, hampir satu bulan terakhir, tak terhitung lagi jumlah pengendara yang mengalami lakalantas tunggal seusai sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke dalam lubang.
“Banyak sekali pengendara sepeda motor yang terjatuh setelah sepeda motor mereka terperosok ke jalan yang berlobang. Bahkan, pernah ada kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Pengendara terperosok, lalu dibelakangnya ketabrak mobil, itu pernah terjadi,” kata Ujang seorang pedagang buah yang biasa mangkal di pinggiran trotoar Jalintim.
Menurut dia, terjadi kecelakaan di titik jalur lintas tersebut, selain karena jalan berlubang yang menjadi penyebab faktor utama, kebanyakkan pengendara juga tak menyadari kalau di situ banyak terdapat lubang jalan. Jaraknya pun sangat berdekatan. Apalagi jika berjalan mengiringi mobil yang berada di depan, tentu akan sangat berbahaya.
“Saya berharap agar pihak-pihak terkait segera memperhatikan kerusakan jalan yang sudah lama terjadi. Apabila tidak segera diperbaiki, tentu akan mengancam nyawa pengendara,” harapnya. Hal senada diungkap Berry (28), warga Indralaya Kabupaten OI yang lima hari lalu mengalami kecelakaan tunggal di lokasi itu, setelah motor jenis Honda Revo yang dikendarainya terperosok ke dalam lubang yang tak jauh dari penginapan Citra Indralaya Jalintim Km 32, Inderalaya-Kayuagung.
Berry mengatakan, Jumat (2/2) sekitar pukul 13.00, ia hendak ke timbangan dari arah Pasar Indralaya. Sesampainya di titik Jalur Lintas yang dipenuhi jalan-jalan berlubang, ia tak menyadari sepeda motor yang dikendarainya laju dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Tiba-tiba terperosok ke lubang jalan yang memiliki kedalaman sekitar 30 centimeter. Akibatnya, tubuhnya pun terpental ke badan jalan sekitar tiga meter dari sepeda motornya.
Untunglah, saat itu suasana arus lalulintas dalam keadaan lengang. Namun, usai terjatuh dari sepeda motor, bagian telapak kaki kanannya luka lebam, paha lebam, lebam di bagian tumit kanan, serta luka memar di lima jari kaki yang hingga kini, belum bisa berjalan normal. “Saya sangat berharap agar pemerintah atau Balai Besar Pelaksana Jalan segera memperbaiki lubang-lubang jalan agar tidak ada korban yang jauh lagi. “Cukup saya saja yang sudah menjadi korbannya,” pinta Bery.
Sementara itu, ketika berusaha dikonfirmasi melalui via telepon seluler, pihak Satker BBPJN III Wilayah Sumsel, Alvin mengaku, kerusakan Jalintim Indralaya-Kayuagung merupakan tanggung jawab pihak Pemerintah Provinsi. “Pertanggungjawaban perbaikannya sudah dialihkan ke pihak provinsi,” katanya. Saat media ini mengonfirmasikan ke Pemprov Sumsel Kabid Jalan PU H Muhtar MA, tidak ada jabawan. Begitu juga ketika dihubungi melalui whatsapp, tidak ada jawaban sama sekali. (*)





频道是 电报 的广播工具,管理员可以向大量订阅者发送消息。