oleh

Gubernur Sumsel Deru Akan Bersurat ke Presiden Jokowi

Terkait Ekspor Batu Bara dari Sumsel

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SUMSEL salah satu daerah penghasil dengan cadangan batubara cukup besar. Makanya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berharap agar ekspor batu bara bisa diatur demi terjaganya ketahanan energi nasional.

“Jangan batu bara itu lebih banyak diekspor, dibandingkan untuk dalam negeri sendiri. Sebaiknya dibuatkan kuota ekspornya,” kata Herman Deru disela-sela kegiatan operasi pasar di Pasar Alang-Alang Lebar, Palembang, Rabu kemarin (12/1).

Herman Deru akan bersurat ke Presiden Joko Widodo guna mengingatkan pentingnya menjaga pemenuhan kebutuhan bahan bakar pembangkit PLN.

Kebijakan tersebut berada di ranah pemerintah pusat, namun sebagai daerah penghasil batu bara, ia merasa penting untuk mengingatkan terkait kebijakan ekspor tersebut.

BACA JUGA:  Taufik Husni Kecewa Pelarangan Ekspor Batubara

Sumsel merupakan daerah yang dikenal sebagai lumbung energi nasional karena di sini terdapat sejumlah pembangkit tenaga listrik PLN dan areal pertambangan batu bara.

Sumsel memiliki 22,2 miliar ton batu bara yang bisa memenuhi kebutuhan energi nasional hingga 100 tahun mendatang.

Di Sumsel juga terdapat BUMN pertambangan batu bara PT Bukit Asam dengan target produksi 37 juta ton pada 2022. “Saya ingin memberikan masukan, jangan sampai ada kebutuhan dasar (batubara) justru tidak terpenuhi seperti mati kita ini di lumbung padi,” katanya.

Jika stok batu bara untuk PLN sudah terpenuhi, maka menjadi tidak soal jika sisanya untuk diekspor ke luar negeri.
Pemprov Sumsel juga meminta komitmen dari BUMN hingga perusahaan swasta untuk menjaga pasokan energi nasional

BACA JUGA:  Bupati Lahat Cik Ujang Hadiri Yasinan H Husni

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan aturan pelarangan ekspor batu bara dari 1-31 Januari 2022 untuk mengatasi krisis bahan baku PLN.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kegiatan ekspor batu bara tersebut akan kembali dibuka hari ini Rabu (12/1/2022) dengan catatan izin dan verifikasi ekspor diberikan bertahap. Dia menambahkan sebanyak 14 kapal telah siap berlayar untuk kembali melakukan ekspor. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait