Yakinlah Aspirasi Ini Akan Disampaikan Secepatnya Melalui Pimpinan DPRD

Ratusan Kader PKC PMII Sumsel Demo BBM

PALEMBANG, SuaraSumselNews | SEDIKITNYA ratusan kader Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (PKC PMII Sumsel) gelar aksi penolakan kenaikan harga BBM subsidi di depan Gedung DPRD Sumsel, Senin (5/9).

Dari pantauan media ini di lokasi, meski kondisi habis diguyur hujan deras dan para massa juga membawa Keranda mayat yang menyimbolkan wujud penolakan atas kebijakan tersebut.

Koordinator aksi, Pardian dalam orasinya mengatakan kenaikan harga BBM oleh pemerintah menuai polemik di tengah situasi ekonomi negara yang belum pulih seutuhnya dampak pandemi Covid-19.

“Kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah. Hal ini dapat mempercepat terjadinya inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia,”ujarnya.

Pardian juga menyampaikan dengan kenaikan harga BBM berdampak terhadap roda ekonomi di beberapa sektor seperti transportasi, industri, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, dan lain sebagainya akan sangat terdampak.

”Selama ini, sudah menjadi rahasia umum, bahwa terdapat banyak praktik mafia BBM bersubsidi yang sangat merugikan rakyat dan negara,”jelasnya.

Ketua PKC PMII Sumsel ini mengatakan pihaknya datang ke DPRD Sumsel menolak atas kenaikan harga BBM dan menyerahkan 7 tuntutan kepada DPRD Sumsel terkait aksi mereka hari ini.

Ada 7 tuntutan yang kami telah sampaikan dan sudah diserahkan ke pihak DPRD Sumsel, yakni menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas Mafia BBM, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran.

‘Mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi, datangkan perwakilan Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju Sumsel, transparansi audit pertamina untung, rugi dan kebijakan harga BBM naik dan transparansi anggaran audit dana pensiun DPRD dan Bansos,”papar Pardian.

Ketua PKC PMII Sumsel Pardian mengaku pihaknya akan memberikan waktu tiga hari untuk datang lagi ke DPRD Sumsel. “Setelah ini kami berikan secara simbolis tuntutan kita ini, walaupun sudah di respon tapi ini belum kongkrit, maka kita akan datang lagi,”katanya seraya membubarkan diri secara tertib.

Sementara itu, para pengunjuk rasa diterima anggota DPRD Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi mengatakan terkait aspirasi yang disampaikan akan kita tampung dan akan dikoordinasikan dengan pimpinan DPRD Sumsel.

“Sebagai anggota DPRD tentu akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Sumsel. Dan yakinkan aspirasi ini akan kami sampaikan secara cepat melalui pimpinan DPRD Sumsel dan ke Jakarta,” tutur Alfrenzi. (*)
laporan : winarni/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *