Proyek Jalan dan Jembatan Tanjung Lago Diduga Fiktif

Gunakani Dana Desa 400 Juta

BANYUASIN, SuaraSumselNews | DIDUGA pembangunan jalan dan jembatan di Desa Sumber Mekar Mukti Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin menggunakan dana desa tahun 2020, Rp 400 juta fiktif atau tak dilaksanakan.

Hal ini, diungkapkan anggota DPRD Banyuasin M Nasir yang mendapat laporan warga bahwa ada pembangunan jalan dan juga jembatan. Akan tetapi, adanya laporan pembangunan jalan dan jembatan menggunakan dana desa.

Anggota DPRD Banyuasin ini menjelaskan, dari laporan yang disampaikan kepadanya langsung dilakukan pengecekan ke Kecamatan Tanjung Lago. Informasi pembangunan jalan dan jembatan menggunakan dana desa tahun 2020, seharusnya dibangunkan dua jembatan dan satu jalan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada realisasi pembangunan.

“APBD Banyuasin sedang defisit, jadi untuk pembangunan desa tinggal andalkan dana desa dan DAK. Kepala desa agar mengelola dana desa dengan baik untuk pembangunan dan sumber daya manusia di desa itu. Karena dana desa di Banyuasin ini sangat besar, tentunya menjadi salah satu solusi dalam membangun Banyuasin kedepannya,” katanya, Selasa (14/12)

Dampak adanya penggunaan dana desa tidak tepat sasaran bahkan ada pembangunan fiktif, dana desa untuk tahun 2021 di desa tersebut akan dihentikan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Dengan penghentian ini, pastinya desa yang bersangkutan akan tidak mendapatkan dana desa. Selain itu, dana desa yang tidak bisa dicairkan, juga akan menghambat pembangunan di desa tersebut.

“Dari laporan dan pengecekan, pembangunan fiktif ini menghabiskan dana desa senilai Rp 400 juta. Harusnya, dana ini bisa membangun dua jembatan dan jalan,” katanya.

Sedangkan Camat Tanjung Lago Surono menuturkan adanya indikasi pembangunan fiktif senilai Rp 400 juta masih perlu dilakukan pengecekan.

“Belum bisa di katakan fiktif atau tidak. Temuan ini juga sudah dilaporkan ke Inspektorat Banyuasin. Jadi masih menunggu panggilan klarifikasi dari inspektorat, biasanya kades terlebih dahulu diminta klarifikasi,” katanya.

Surono juga menegaskan, nantinya bila terbukti maka dampak terbesarnya dana desa tidak dapat dikucurkan. Hanya bantuan penanganan Covid19 dan BLT yang akan dikucurkan.(tr/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.