Pemda Minta Bus Damri

Kini Lagi Survei, Segera Diwujudkan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PERUM Damri  yang berlokasi Jalan Kolonel H Barlian Km 9, Karya Baru Kota Palembang saat ini banyak permintaan untuk operasional bus Damri. Utamanya permintaan dari pemerintah daerah (Pemda) di Sumatera Selatan (Sumsel).

Khususnya di Bumi Sriwijaya, seperti permintaan dari Kabupaten Pali, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin dan daerah lainnya. ujar Suranto, General Manager Perum DAMRI Palembang kepada media ini, kemarin.

Katanya, dalam waktu dekat ada sejumlah kabupaten/kota yang  akan dilakukan survei. Misalnya Kota Lubuk Linggau dari Bandara Silampari dan daerah-daerah strategis lainya. Bahkan sudah ada perintah untuk di survei dari Direksi Perum DAMRI.

Dari Bandara Silampari ke Muara Beliti, dari Silampari ke Tebing Tinggi, dan Silampari ke Empat Lawang. Terus dari Silampari ke Kabupaten Lahat. Belum lagi ditambah dari Silampari ke Curup, Bengkulu, Surolangun (Jambi). ‘’Makanya, direspon dengan sangat baik. Kita akan tindak lanjuti apa yang menjadi permintaan dari pemerintah daerah,’’ urainya.

Pastinya semua itu, kita survei, kelayakan dari jalur tersebut apakah bisa dilayani armada yang spek besar Big Bus atau dengan Bus yang medium. ‘’Nanti kita sesuaikan kendaraannya ke daerah tersebut,’’ paparnya.

Mengenai tarif, Suranto menjelaskan bahwa halitu adalah kewenangan masing-msing pemerintah daerah (Pemda) setempat. Sebab besaran tarif sudah diatur menurut kebijakan daerah masing-masing.

“Kalau tarif kita harus koordinasi dengan Dishub setempat. Bahwa ada SK tarif dari Bupati dan Gubernur. Tarif per kilometer itu nanti, kita kalikan jaraknya dan tentu akan ketemu tarif. ‘’Masalah tarif, kita nantinya  bicarakan dengan Dishub setempat”, tegasnya.

Suranto juga menjelaskan problem yang dihadapi oleh Perum DAMRI saat ini adalah soal jalan. Dia mengatakan bahwa masih banyak jalan yang kurang layak di Bumi Sumsel.

“Kalau kendala, sementara ini sebenarnya kondisi jalan. Katakanlah untuk permintaan dari daerah ini kebanyakan, masih banyak jalan yang rusak. Kemarin dari Pulau Rimau saja minta survei. Nyatanya tak bisa masuk, Pulau Rimau itu kondisi medannya sulit.

Kemudian, arah Baturaja, kita lounching. Dan akan kita layani dua minggu lalu, namun ternyata jembatan tersebut lagi putus. Makanya saat ini istrihat dulu, urainya.

“Total armada Damri saat ini ada 96 unit bus. Untuk angkutan kota dalam provinsi (AKDP) sedikitnya 50-60 armada antar kota antar provinsi (AKAP), terang Suranto ketika ditanya jumlah Bus yang ada di DAMRI Palembang.

Dia berharap persoalan masih banyak jalan yang rusak, segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.”Harapan kita kepada pemerintah, yang jelas pertama kondisian fasilitas jalan, perbaikan jalan. Misalnya ke Tanjung Api-Api itukan juga mulai rusak. Terus jalan di daerah Pali, kemarin armada kita banyak yang rusak disana.ya harusnya, segera ada pembenahan perbaikan fasilitas jalan”, kilahnya. (*)

laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *