LAHAT, SuaraSumselNews | BANGGA dan menarik ada Kampung Keluarga Berencana (KB) sebagai wahana pemberdayaan masyarakat. Dan ini semua adalah sebuah program dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Keberadaan seluruh program KKBPK di dalam Kampung KB yang dikelola oleh kelompok kerja (Pokja) Kampung KB adalah sebuah langkah kombinasi dan kolaborasi program KKBPK untuk mendukung Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat.
Bahwa pertemuan Pokja Kampung KB merupakan salah satu bentuk upaya penggalangan dan pemantauan berbagai kegiatan melalui sebuah pertemuan.
Dengan tujuan untuk meningkatkan fungsi dan promosi Kampung KB. Utamanya melalui penggalangan kerja sama tim. Baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Kampung KB sesuai dengan perencanaan.
Secara umum tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk membahas usulan, rencana, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan, dan permasalahan yang timbul.
Ketua TP PKK Kabupaten Lahat Lidiyawati Cik Ujang S.Hut.MM mengataikan bahwa program ini sangat berguna bagi Ibu-ibu rumah tangga dan
kampung keluarga berkualitas, katanya Kamis (16/3).
Dan ini juga merupakan satuan wilayah setingkat desa di mana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan penguatan institusi keluarga. Bshwa dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat. Khusus melalui intervensi program, kegiatan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia.
Bahwa kampung keluarga berkualitas adalah pengintegrasian program pembangunan sumber daya manusia yang berbasis keluarga. Dan ini semua merupakan salah satu peran TP PKK sebagai mitra pemerintah selaku penggerak masyarakat untuk mendukung pembangunan berbasis keluarga tersebut.
TP PKK mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat harus mendukung pembangunan manusia berbasis keluarga. Sebabruang lingkup yang paling kecil dan terdekat dalam kehidupan sosial adalah keluarga
Kegiatan ini dipusatkan di Kantor Camat Merapi Barat dan dihadiri Camat Merapi Timur dan Camat Merapi Selatan yang mewakili serta Tripika setempat dan ikuti para ibu-ibu peserta pokja.
Selain diakhir acara diadakan tanya jawab penyerahan bingkisan sembako serta hadiah lainnya untuk peserta Pokja yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar
(*)
laporan : agung purnomo








