Pontren Al-Ittifaqiah Dijadikan Contoh
INDRALAYA, SuaraSumselNews | Komitmen Kabupaten Ogan Ilir dalam mendukung percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kunjungan kerja perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan ke Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya menjadi bukti nyata perhatian terhadap ekonomi berbasis pesantren dan desa.
Dalam agenda tersebut, Dandy Satria Iswara selaku Deputi Bidang Koordinasi Maritim Menko Pangan hadir meninjau langsung kesiapan unit-unit usaha koperasi pesantren yang akan bersinergi dengan koperasi desa dan kelurahan se-Ogan Ilir
Turut hadir Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, Kepala Dinas PMD Provinsi Sumsel Deva Octavianus Coriza, Pimpinan Ponpes Al-Ittifaqiah KH. Mudrik Qori, serta jajaran OPD terkait.
Wabup Ardani mengatakan bahwa Pemkab Ogan Ilir telah menyelesaikan Musyawarah Desa Khusus untuk pembentukan koperasi di 241 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 16 koperasi telah berbadan hukum dan terdaftar di Kemenkumham. Sementara 67 lainnya masih dalam proses.
“Sebanyak 229 desa/kelurahan juga sudah diunggah ke sistem Kementerian Koperasi. Ini menunjukkan bahwa Ogan Ilir menjadi daerah dengan progres tertinggi di Sumsel,” ujar Ardani.
Ia juga menyebutkan bahwa Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah telah memiliki 34 unit usaha koperasi dan siap untuk membina koperasi-koperasi di desa.
Ardani berharap ke depan Presiden Prabowo Subianto bisa hadir langsung ke pesantren tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Koperasi Merah Putih berbasis pesantren.
Dandy Satria mengapresiasi langkah cepat Ogan Ilir dalam menjalankan program koperasi. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk dari pesantren dan pemerintah daerah.
“Ogan Ilir sudah menjadi yang terdepan. Kami harap desa-desa lain juga bisa mengikuti jejak ini dalam memperkuat ekonomi lokal melalui koperasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah telah membuka akses pendanaan hingga Rp 3 miliar melalui dana desa, dengan jangka waktu pinjaman selama enam tahun, untuk mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih.
Pada kegiatan ini juga dilangsungkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Al-Ittifaqiah dengan koperasi – koperasi Merah Putih desa se-Ogan Ilir, serta kerja sama produksi pupuk organik dengan CV Manestri.
Unit usaha Koperasi Al-Ittifaqiah mencakup berbagai sektor, seperti perdagangan, kesehatan, pertanian, peternakan, hingga energi, dan menjadikannya sebagai salah satu model koperasi pesantren yang paling banyak dan aktif di Indonesia. (gus)








