Lubulinggau dan Muba Dominasi Penambahan Kasus Baru Covid

Provinsi Sumsel Nihil Zona Merah

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KASUS konfirmasi Covid-19 di Sumsel hingga Rabu (30/9) mengalami penambahan signifikan dengan 111 kasus.

Penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 terbanyak berasal dari Musi Banyuasin (Muba) dan Kota Lubuklinggau yang masing-masing bertambah 24 kasus.

Kemudian, Kota Palembang dengan 13 kasus, Empat Lawang dan PALI masing-masing 11 kasus, Muaraenim dan Musi Rawas masing-masing 7 kasus, Prabumulih 4 kasus, Lahat dan Banyusin masing-masing 3 kasus, dan OKU, OKU Timur dan Muratara dengan 1 kasus.

Sementara itu, tidak ada tambahan kasus positif di Ogan Ilir, OKU Selatan dan luar wilayah Sumsel. Dengan adanya tambahan kasus tersebut kini total kasus menjadi 6.096.

Adapun rincian kasus terdiri dari kasus aktif sebanyak 1.358, suspect 1.733, probable 315, sedangkan kasus meninggal 348 dan kasus sembuh 4.390.

Berdasarkan data terbaru dari laporan situasi terkini Covid-19 di Sumsel pun tidak ada daerah yang berstatus zona merah.12 kabupaten/kota di Sumsel. Misalnya, Lahat, Lubuklinggau, Muara Enim, Banyuasin, PALI, Prabumulih, Muratara, Empat Lawang, OKU, Musi Banyuasin, Palembang dan Musi Rawas berstatus zona oranye.

Selanjutnya, zona kuning untuk lima kabupaten sisanya yakni OKI, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir dan Pagaralam.

Berdasarkan laporan harian dari Kementerian Kesehatan RI pada, Rabu (30/9), ada tambahan 110 kasus. Dengan adanya tambahan tersebut kini total Covid-19 di Sumsel menjadi 6.095 kasus.

Padahal, sehari sebelumnya total kasus hanya ada 5.985 kasus. “Penambahan hari ini tentu adalah hasil dari perilaku dan keadaan pekan-pekan lalu yang memang jika kita lihat dari tren mobilitas penduduk minggu lalu, cenderung ada peningkatan,” Ahli Epidemiologi Sumsel, Iche Andriany Liberty, Rabu (30/9/2020).

Dari catatan Google Mobility Index pada rentang 31Juli hingga 16 September, terjadi perubahan mobilitas penduduk di Sumsel di mana kunjungan ke ritel dan rekreasi meningkat sebesar 6 persen dibanding periode sebelum Juli.

Kemudian, peningkatan 3 persen untuk kunjungan ke toko bahan makanan dan apotek dan 10 persen untuk kunjungan ke taman.

Menurut Iche, penelusuran kontak dan pemeriksaan PCR yang masif memang masih menjadi strategi dalam percepatan penanganan Covid-19.

“Tetapi, harus dimaknai juga bahwa peningkatan kasus mengindikasikan bahwa penularan Covid-19 di masyarakat masih cukup tinggi,” ujarnya.

Saat ini berdasarkan informasi dari tim Surveilans RSUP Mohammad Hoesin, kasus Covid-19 masih didominasi oleh klaster perkantoran dan keluarga.

Iche menegaskan, setiap keluarga harus semakin meningkatkan kewaspadaan seperti misalnya harus dikenali, siapa saja anggota keluarga berpotensi sebagai sumber penularan.

Bagi anggota keluarga dengan mobilitas tinggi atau yang produktif bekerja, selain ketat menerapkan protokol kesehatan juga harus sangat berhati- saat pulang ke rumah.

“Bgitupun sebaliknya, ketika di kantor harus tetap berhati-hati. Jangan sampai ada celah atau kecolongan untuk lalai dengan protokol kesehatan,” kata Iche.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar