Kejati Sumsel Terima Pengembalian Uang Korupsi

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menerima pengembalian uang kasus dugaan korupsi kegiatan pembuatan pengelolaan jaringan/instalasi komunikasi dan informatika lokal desa sebesar Rp 126 juta dari tersangka HF.

Uang itu diserahkan oleh keluarga tersangka. Diketahui, HF merupakan pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Musi Banyuasin.

“Ya benar ha Jumat kemarin, kita terima uang pengembalian dari keluarga HF pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Musi Banyuasin yang sudah kita tetapkan tersangka dan di tahan sebesar Rp 126 juta,” kata Kasih Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, Jumat (21/6).

Vanny mengatakan peran HF dalam kasus ini yakni sebagai menerima uang hasil aliran dana kegiatan langganan internet desa dari tersangka MA selaku Direktur PT. Info Media Solusi Net (ISN).
“HF ditetapkan tersangka pada 11 Juni kemarin dan langsung ditahan di Rutan Pakjo selama 20 hari ke depan terhitung 11 Juni hingga 30 Juni 2024,” ungkapnya.

Menurut Vanny, pengembalian uang itu termasuk dalam iktikad baik.
“Uang sudah diterima dan ini merupakan iktikad baik dari tersangka HF,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Sumsel menetapkan seorang pejabat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Musi Banyuasin, berinisial HF sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan pembuatan pengeloaan jaringan/instalasi komunikasi dan informatika lokal desa.

Ia diduga telah merugikan negara sebesar Rp 27 miliar dari anggaran 2019-2023 di Dinas PMD Muba tersebut.

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Adpidsus) Umaryadi mengatakan sebelumnya HF sudah diperiksa sebagai saksi, namun kini ditetapkannya sebagai tersangka baru.

Dari hasil pemeriksaan dan disimpulkan cukup bukti bahwa tersangka HF terlibat dalam kasus dugaan korupsi kegiatan pembuatan pengeloaan jaringan/instalasi komunikasi dan informatika lokal desa pada Dinas PMD Muba. (sn)