KASSB Demo di Mapolda Sumsel

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KOMITE Komite Aktivis Sumatera Selatan Bersatu (KASSB)  melakukan aksi demo di Mapolda Sumsel, Jumat kemarin (5/10). Mereka mendesak Polri menangkap Ratna Sarumpaet dan pihak yang terlibat isu hoax.

Koordinator Lapangan, Rubi Indiarta mengatakan,  kasus penyebaran hoaxs yang dilakukan Ratna Sarumpaet telah menimbulkan konflik horizontal dimasyarakat. Sudah barang tentu penyebaran isu penganiayaan Ratna Sarumpaet tersebut sengaja dibuat secara struktur dan masif.

Sehingga masyarakat disuguhkan berita-berita bohong dan disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk mengadu domba masyarakat. Terkait pemberitaan tersebut pihak-pihak yang selama ini pesimis dengan pemerintah dan Polri terus melakukan manuver agar masyarakat terpecah belah dengan adu domba yang mereka lakukan.

“Sumatera Selatan yang selama ini terkenal dengan slogan zero konflik, terganggu dan muIai terjadi perpecahan akibat pihak-pihak tertentu sengaia membagikan konten-konten berita hoaxs clan mengaitkan peristiwa rekayasa penganiayaan Ratna Sarumpaet dengan isu kebangkitan PKI yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan berbangsa.

Didalam WAG Palembang Brothers, terdapat konten dan gambar ujaran kebenciaan terhadap pengurus PDI dengan menyamakan aksi rekayasa Ratna Sarumpaet adalah cara-cara PKI dan menganggap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah sarang PKI serta menyebarkan berita bohong yang disebarkan oleh seorang ASN,” ujarnya.

Oleh sebab itu,  lanjut Rubi Indiarto menuturkan,  pihaknya yang tergabung dalam Komite Aktivitas Sumatera Selatan Bersatu,  mendukung polri untuk menangkap Ratna Sarumpaet serta seluruh pihak-pihak terkait yang terlibat isu hoax.  “Mendukung Polri untuk mengungkapkan aktor-aktor yang terlibat dalam persekongkolan issu hoax Ratna Sarumpaet,” katanya.

Rubi juga mendesak Polda Sumsel untuk menangkap para pelaku penyebar hoaxs dan ujaran kebencian.  “Kami minta Polri memanggil dan memeriksa Belman Karmuda yang telah memposting ujaran kebencian terhadap pengurus DPP PDIP.  Mengajak masyarakat utuk menjaga persatuan dan kesatuan, ” bebernya.

Sementara, menanggapi aksi demo,  Kaur Monitor Bidang Humas Polda Sumsel, Kompol Suparlan SH MSi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi rekan-rekan ke Reskrim untuk menindaklanjuti apakah ini hoaxs atau bukan.  “Terima kasih rekan-rekan telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib.  Laporan ini akan kita sampaikan ke Reskrim, ” katanya lagi.

Suparlan menghimbau agar masyarakat jangan terlalu cepat memviralkan berita-berita yang belum pasti kebenarannya.  Sehingga meresahkan masyarakat.  “Yang memviralkan berita hoaxs bisa dijerat pidana,” pungkasnya.

Sementara itu,  Karo Kesra Pemrov Sumsel Belman Karmuda saat dikonfirmasi mengatakan,  itu salah paham bae tidak ada itu. “Ini postinganya..katek ujaran kebencian partai atau hoax, cuma ngomong muko serem, yo memang serem.

Katek kito ngomongi partai, itulah buktinyo dan saya akan melakukan tindakan hukum juga nuntut balik kepada yang mengadu,” pungkasnya. (*)

laporan : yulie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *