Ingat, Jenazah Covid Jatuh Saat Dikuburkan, Keluarga Korban Gugat ke Pengadilan

Perkara ini Tetcatat di PN Muaraenim No. 18/Pdt.G/2020/PN Mre

 

PALI, SuaraSumselNews | MASIHKAH ingat, peristiwa jatuhnya jenazah yang berstatus PDP Covid-19 saat dikuburkan di Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), beberapa beberapa waktu lalu? Dan sempat heboh dan diviralkan. Ya, sepertinya akan berbuntut panjang.

Bahwa pihak keluarga korban yang diwakili kuasa hukumnya dari Koalisi Masyarakat Peduli Dunia Kesehatan RI (MPDK), yang juga tergabung dalam kantor SHS Law Firm, telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Muaraenim. Dengan gugatan perkara perdata tercatat dalam Nomor, 18/pdt.G/2020/PN Mre.

Dalam gugatan tersebut, yang diduga perbuatan melawan hukum, Koalisi MPDK RI menggugat empat tergugat, untuk membayar ganti rugi imateril secara sebesar Rp 100 Milyar. Serta menggugat ganti rugi materil kepada penggugat sebesar Rp 600 juta.Adapun empat tergugat antara lain, Junaidi Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten PALI, Fitri, Direktur RSUD Talang Ubi dan Dr. Komang serta Dr. Hadi.

Ketua SHS Law Firm, Sofhuan Yusfiansyah mengatakan saat ini gugatan pihaknya sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Muaraenim dan akan disidangkan pada pertengahan Juli nanti.

“Ada empat tergugat yang kita gugat terkait dugaan perbuatan melawan hukum. Yang nanti akan disidangkan perdana di PN Muaraenim pada 13 Juli, karena adanya kerugian yang diakibatkan oleh prinsipal kami. Baik materil maupun imateril,” jelasnya Selasa kemarin (30/6).

Kerugian materil Rp 600 juta dan imateril Rp 100 Milyar prinsipalnya merupakan akumulasi, dari dampak yang dirasakan. Baik secara penghasilan maupun psikis.

Sementara, Kordinator Koalisi MPDK RI Thabrani S.H yng didampingi oleh anggotanya Ade Akbar mengakui yang disampaikan Ketua SHS Law Firm dan berkomitmen akan mendampingi setiap laporan yang masuk ke posko Koalisi MPDK RI yang sementara berada pada kantor SHS Law Firm Jalan Residen Abdul Rozak komplek PHDM IV.

“Kami akan suport, baik laporan dari yang di Kabupaten Pali, ataupun lainnya. Akan kami ungkap fakta sebenarnya terkait Covid-19. Saat ini dari masyarakat baru ada dua aduan dengan data lengkap. Namun 14 aduan lainnya belum lengkap,” ujarnya.

Dia berharap kepada masyarakat, agar jangan merasa takut terkait permasalahan tentang Covid-19 dan mempersilakan mengadukan aduannya ke Posko.

Ditempat yang sama, anak korban Eka Kamelia usai menceritakan kronologi hingga ibunya meninggal dunia berharap agar keadilan dan kebenaran dapat diungkap. Sehingga permasalahan dapat terang benderang.
“Disini kami meminta agar keadilan dan kebenaran dapat terungkap,” harapnya. .(*)

laporan ; @nton darwis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *