Evaluasi Penegakan Perda Penimbunan Rawa
PALEMBANG, SuaraSumselNews | GAWAT !! Akibat diguyur hujan deras semalaman, ruas jalan dan sejumlah rumah warga di Kota Palembang terendam banjir. Buktinya, secara spontan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru ditemani Duta Literasi Provinsi Sumsel Ratu Tenny Leriva langsung menyusuri titik-titik yang menjadi penyebab banjir.
Mulai dari Simpang 5 Hotel Arista, Pasar 26 Ilir, Sungai Sekanak, Kambang Iwak, dan Sekip Bendung. Meski tanpa pengawalan khusus layaknya kepala daerah jika turun ke lapangan, Deru mengendarai sendiri mobil Pindad Maung yang terlihat bisa melewati banjir dengan lancar, untuk melihat langsung kondisi drainase.
Bahkan saat meninjau Deru tak segan-segan menyapa dan berinteraksi dengan warga yang ada disekitar ruas jalan, dengan kondisi basah kuyup.
Menurut Deru, akibat banjir tersebut, warga kesulitan dalam beraktivitas. Banyak pengendara yang memutar balik karena tidak bisa melintas di kawasan yang terserang banjir.
“Palembang hari ini banjir luar biasa dimana-mana banjir. Kita coba lihat ini apa penyebabnya saluran mampet kah ataukah memang dataran rendah yang tadinya rawan ditimbun,” kata Deru, Sabtu (25/12).
Menurut Deru, Kota Palembang 70 persennya adalah daerah rawa, terlebih saat ini terjadi peningkatan penduduk di Kota Palembang, dikarenakan proses urbanisasi atau kemajuan kota yang membuat masyarakat pindah ke Kota Palembang.
“Banjir yang luar biasa hari ini menjadi perhatian khusus Pemprov Sumsel, sekaligus melihat sejauh mana penegakan Peraturan daerah penimbunan,” ungkapnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersabar dan banyak berdoa dengan musibah yang menimpa Kota Palembang hari ini.
“Kita lihat juga sejauh mana Perda penimbunan ini ditegakkan, harus ada pembagian yang jelas antara yang ditimbun dan yang disisakan untuk daerah resapan air,” ungkapan.
Dalam kesempatan ini pula Deru meninjau beberapa sistem pengoperasian pompa air pengendali banjir di Kota Palembang.
Menurutnya, hal tersebut untuk memastikan pemanfaatan alat itu, sekaligus sebagai upaya antisipasi dalam menekan resiko bencana alam yang biasa terjadi di musim hujan seperti sekarang ini.
“Berharap rumah pompa yang ada di diperhatikan. Terkait banjir ini kalau tidak diperhatikan nanti bisa lebih parah lagi. Jadi harapannya semua pihak turun langsung, mulai dari Pemerintahan Kota dan Pemprov Sumsel akan memback upnya,” tambahnya
Herman Deru menemui juga di beberapa wilayah yang tidak terkena dampak banjir karena Intensitas hujan yang tinggi ini, antara lain Sungai Sekanak – Lambidaro yang sudah rampung revitalisasinya sehingga wilayah sekitarnya bebas dari banjir.
Sementara, diseputaran Rumah Sakit Hermina dan Hotel Aston terendam banjir dikarenakan pembelah jalan air dari arah Aston ke sebrangnya.
“Dari itu setelah ini solusinya adalah mengalirkan air yang dijalan, dengan memotong pembelah jalannya agar airnya mengalir,” katanya.(tr/berbagai sumber)




了解Telegram如何通过其创新功能重新定义即时通讯。访问telegram,探索其加密、速度和多媒体支持。开启您的安全沟通之旅。