oleh

DPRD Sumsel Panggil Pengelola Tol Palembang-Kayu Agung

Terkait Banyaknya Lubang dan Kecelakaan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | DENGAN banyaknya lubang di jalan Tol Palembang-Kayuagung hingga saat ini, mengakibatkan banyak kecelakaan.

PT Waskita Sriwijaya Tol, pengelolah Tol Palembang-Kayu Agung mengaku, akan melakukan langkah cepat untuk meminimalisir kecelakaan di jalur Tol saat ini.

Hal ini diungkapkan Direktur Teknik dan Pengelola PT Waskita Sriwijaya Tol, Sudirman, usai rapat tertutup dengan komisi IV DPRD Sumsel, Kamis siang jemarin (13/1).

“Kita akan melakukan perbaikan tentunya,” kata dia digedung DPRD Sumsel.

Langkah pertama yang akan diambil oleh pengelola jalan tol untuk jangka pendek adalah akan membangun perambuan-perambuan. Dan juga
akan mengganti metode aspal khusus yang digunakan dari korea.

“Kita akan sapu lubang yang ada dengan aspal khusus dari Korea. Dan kita berharap nanti zero lubang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gusti, Mantan Ketua PWI Ogan Ilir Ditunjuk Jadi Ketua Masjid Agung

Selain itu, pihaknya akan melakukan penanganan dengan semi permanent, sedang yang keempat kalau memang dilihat kondisi yang ada pihaknya akan melakukan rekonstruksi.

Sementara, Ketua Komisi IV MF Ridho menjelaskan pemangilan dilakukan lantaran bentuk respon DPRD Sumsel terhadap lakalantas yang terjadi di jalan tol.

“Kita prihatin dengan banyaknya lakalantas di jalan tol. Dan kita mengundang PT Waskita Sriwijaya Tol, terkait banyaknya kecelakaan di jalan tol,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya tahu bahwasanya ruas Tol Kayu Agung-Palembang dan sebaliknya merupakan tol investasi, bukan penugasan dari kementrian atau dari pemerintnah pusat.

“Terkait hal tersebut kita minta mereka lakukan konsolidasi internal sampai ke pusat, untuk mengambil langkah-langkah, dan dilaporkan dalam beberapa hari terakhir dari pusat dan kementrian turun untuk mengecek langsung jalan tol dan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Stisipol Candradimuka Palembang Terima 1 Unit Bus Mahasiswa

Komisi IV berharap perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan berkualitas, dan juga harus menghitung kendaraan yang maksimun tonase sering lewat.

“Katanya banyak kendaraan odol (Over dimensi dan over loading), kita minta daya dukung minimal 8 ton keatas,” jelasnya.

Dia juga berharap perbaikan meningkatkan konstruksi daya dukung jalan. “Sehingga selesai konstruksi tidak ada lagi perbaikan tambal sulam sepanjang masa.”

“Karena ini tidak mencerminkan jalan bebas hambatan, kita tidak ingin jalan tol mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan,” tandasnya.

Terpisah, anggota DPR RI Komisi V Eddy Santana Putra (ESP) mengaku prihatin banyak terjadinya kecelakaan di jalan Tol Palembang-Kayu Agung, dimana terakhir mahasiswa kedokteran jadi korban.

“Pertanyaannya standar minimal jalan tol seperti itu? Padahal tol itu harus nyaman, keselamatan pengendara terjamin, tapi ini belum,” tuturnya.

BACA JUGA:  Ancam Cabut Izin Tambang Perusahaan yang Nekat Ekspor Batubara Berlebihan

Menurut mantan Walikota Palembang ini, Komisi V DPR RI sudah menanyakan ke Dirjen PU BM terkait pengawasan selama ini, ternyata Dirjen Bina Marganya tidak ikut hanya setelah diuji kelayakan jalan.

“Sehingga tidak tahu kondisi dilapangan dan janji dirjen mereka akan ikut,” tuturnya.

Dilanjutkan ESP, saat ini sedang ada revisi Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, dimana penganggung jawabnya nanti menteri.

“Selama ini pengawasan kurang bagus, harusnya kontruksi kualitanya bagus seperti Tol Jagorawi 41 tahun masih bagus, mantap, mulai tanah dasar dan servicenya baik, dan itu kontraktornya luar negeri,” katanya.(*/berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait