Dilaporkan ke Ombudsman Pilka RT 41 Kebun Bunga

PALEMBANG, Suara Sumsel News- Masalah pemilihan ketua rukun tetangga (RT) 41 RW 13 Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang yang digelar Minggu (9/4/2017) lalu, berbuntut panjang. Sebab, kasus 12 warga setempat yang tidak diberi kesempatan memberikan suaranya dalam kegiatan itu, mengadukan ikhwalnya ke tim Ombusdmen RI.

12 warga yang tidak diperkenan memberikan suaranya ke seorang kontestan itu, antara lain, Ramadhon, Hendrico Burhan, Lili Dewana, Arfiansyah, Meriyadi, Anton Sasono, Mohammad Hadi Siregar dan Rusli serta empat orang lainnya yang tak bersedia disebut namanya.

Terkait masalah itu, seorang yang mewakili rekan-rekannya,  Syarir Ramadhon, mengatakan kasusnya sudah diteruskan ke tim obudsman RI. “Kami ini warga tetap RT 41 RW 13 Kelurahan Kebun Bunga. Kami sudah menetap di sini selama lima tahun.  Bahkan  kami juga memiliki kartu keluarga (KK). Kok ketika pemilihan ketua RT dilaksanakan, kami tidak boleh memberikan suara kepada seorang di antara dua kontestan,” tegas Syarir Ramadhon ketika diwawancarai, kemarin.

Di saat musyawarah berlangsung setelah pemilihan itu, kata Syahrir, warga menolak hasil pemilihan ketua RT yang dimenangkan Drs Rensu Gunawan (ketua RT 41 yang lama) setelah mengalahkan  Subianto AMB.  Sebab, kemenangannya tanpa disertai 12 suara mereka. Bahkan Lurah Kebun Bunga, Sri Suryani hadir dalam penolakan hasil pemilihan ketua RT tersebut.

Ketika persoalannya dikonfirmasi ke Sri Suryani, Lurah kebun Bunga itu mengatakan bahwa penolakan panitia  pemilihan ketua RT 41 itu karena 12 kepala keluarga itu belum dianggap sebagai warga tetap di RT tersebut, meskipun mereka sudah memiliki kartu keluarga dari camat Sukarame.

Dalam pemilihan 9 April 2017 di Masjid Amal Bakti itu, Syahrir Ramadhon hadir  bersama 11 warga yang datang hendak mengumpulkan kartu keluarga. Dalam pemilihan ketua RT 13 tersebut, dua kontestan dihadirkan untuk dipilih menjadi ketua rukun tetangga, yakni Drs Rensu Gunawan (mantan ketua RT 13 yang lama) dan Subianto AMB. Dari 90 suara yang direbutkan, akhirnya pemilihan ketua RT tersebut, dimenangkan Drs Rensu Gunawan

Saat dimintai tanggapannya, Syarir Ramadhon, mengatakan jika suara mereka ditolak dalam kasus itu, berarti hak-hak mereka sebagai warga negara merasa telah dirampas  oleh oknum yang bertindak sebagai panitia pelaksana. “Ini sangat menyinggung rasa kemanusiaan kami sebagai warga RT 41 yang sah,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini dia yang rekan lainnya sepakat mencari solusi penyelesaian ke instansi berwenang. Bahkan kasusnya sudah dilaporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan dan diteruskan ke inspektorat dan Walikota Palembang pada Rabu 27 Desember 2017 lalu  melalui laporan tertulis via kantor pos. Laporan ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan mereka diterima Vishnu Kumoro yang didampingi Kurnia.

Vishnu Kumoro yang didampingi Kurnia, tatkala ditanya tentang pengaduan 12 warga itu Vishnu mengatakan sudah menerima laporan tersebut. “Namun untuk proses selanjutnya kami sedang menghimpun datanya,” ujar Vishnu, singkat.

Ketika masalahnya ditanyakan ke Camat Sukarame yang diterima Sekretaris Camat, Hambali menyatakan tidak dapat menjelaskan secara detil. “Masalah itu terjadi di Kelurahan Kebun Bunga. Karena itu ditemui saja lurah setempat,” katanya. (*)

Peliput : Sirlani
Editor   : Anto Narasoma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *