Dikeroyok Oknum Satpam, 2 Bersaudara Babak Belur

Kini, Keluarga Korban Lapor ke Polrestabes Palembang

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KEJADIAN yang menggenaskan dialami oleh Irwansyah (32) dan adiknya Erwin Syata (29) warga Lorong Palembang, 36 ilir Palembang. Jumat lalu (19/3). Kedua kakak beradik ini babak belur alias bonyok, diduga dihajar oleh oknum Satpam PT. FMS berlokasi Jalan Mayjen Sartibi Darwis Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang.

Kepada media ini Irwansyah menceritakan bahwa awal kejadian adiknya Erwin mengambil potongan bes sisa dari pembuatan kapal tongkang di kawasan PTF sebanyak tiga keping besi dengan berat 40 kg. Mungkin jika dijual nilainya hanya Rp160.000.

Katanya, pagi harinya saat mau menjual besi tersebut, Erwin dihadang dan langsung dibawa oleh oknum Satpam ke pos keamanan PTF dan tanpa banyak bicara langsung dihajar beramai-ramai oleh oknum Satpam bersama sejumlah warga sekitar.

Mendengar kejadian tersebut, sang kakak Irwansyah yang berdomisili tidak jauh dari PTF langsung menyusul siadik yang dikabarkan oleh para tetangga sekitar pukul 09:30 WIB bahwa sedang dipukuli oleh sejumlah oknum Satpam. Saat tiba dilokasi, Irwansyah juga langsung ikut dikeroyok dan dipukuli.

Dari kejadian ini keduanya setelah digebuki sampai bonyok, kemudian di gelandang dan diserahkan ke Polsek Kertapati dalam kondisi babak belur. Dan dilakukan pengobatan terlebih dahulu oleh personil.Polsek Kertapati.

Atas kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Kertapati AKP Irwan Sidik saat dikonfirmasi Sabtu (10/4) “Memang benar kami menerima saudara Irwansyah dan Erwin Syata yang diserahkan oleh Satpam PTFM, Jumat pagi (19/3). Dengan dilaporkan atas perkara pencurian. Dan kondisi keduanya babak belur, ” terangnya.

Barang bukti besi bekas.

Sementata dari hasil penyidikan dan gelar perkara,bahwa ternyata pelakunya adalah Erwin Syata, “Saat itu juga saya perintahkan kepada anggota agar pelaku diberikan pengobatan sebelum diperiksa, ” jelas Kapolsek.

Dari kejadian tersebut, ternyata pihak keluarga tidak terima atas tindakan oknum Satpam terhadap kedua korban.
Makanya, pihak keluarga diwakili oleh sang kakak Irwansyah (20/3) telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang dengan Surat Pelaporan Polisi Nomor. STTPL/ 498/ III / 2021 / SUMSEL / RESTABES / SPKT .

Kepada media ini Irwansyah mengakui kasus ini telah diproses pihak kepolisian atas peristiwa yang menimpa kami. Mengingat kami ini orang biasa, sedangkan yang kami hadapi adalah perusahaan besar. “Kami meyakini dan pihak Polresta dapat mengungkapnya dengan benar. Makanya saya lapor ke Polresta Palembang, ujarnya.

“Kami akan erima kalau adik kami Erwin dihukum atas pencurian besi limbah tersebut. Tetapi kami tidak terima kalau saya dan Erwin dipukuli melampaui batas ” paparnya penuh emosi.

Lanjut Irwansyah, setelah kami dipukuli kemudian kami di ikat dan lagi-lagi kami dipukuli sampai telinga saya berdarah.
“Saya masih ingat wajah orang yang memukuli kami. Walaupun tidak semua namanya saya kenal. Pastinya pelaku lebih dari 10 orang dan tidak semuanya Satpam. Jika pihak kepolisian meminta saya mengenali para pelaku satu persatu pasti saya siap ” tuturnya.

Senada, Erwin Syata kepada media ini selepas sidang di Pengadilan Negeri Palembang (9/4) mengatakan atas kasus tersebut, dia tobat. Dan lagi sampai sekarang kepala saya masih terasa sakit terutama pada bagian pinggang. (asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *