Deru : Kesembuhan Covid-19 Sumsel Mencapai 83 Persen

Pemprov Maksimalkan 3T, Sosialisasi Prokes

PALEMBANG, SuaraSumselNews — kINI kasus Covid19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah. Namun dengan bertambahnya kasus Covid ini, tingkat kesembuhannya meningkat. Dimana sampai saat ini mencapai 83 persen.

“Angka kesembuhan di Sumsel mencapai 83 persen,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru di Asrama Haji Palembang, Rabu (14/7).

Dia mengatakan, Pemprov Sumsel tetap fokus pada peningkatan angka kesembuhan. Dia mengaku bersyukur sampai saat ini angka kesembuhan di Sumsel cukup tinggi yakni 83 persen dibanding angka nasional.

“Angka kesembuhan di Sumsel masih di atas angka kesembuhan secara nasional. Kalau nasional angka kesembuhan 81 persen maka Sumsel 83 persen,” ungkapnya.

Untuk itu Pemprov Sumsel juga terus memaksimalkan tracing, testing dan treatment (3T). Tidak hanya itu, sosialisasi untuk masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan terus dilakukan.

Bahkan termasuk selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, yang lebih menekankan edukasi kepada masyarakat.

“Harapan kita angka penyebaran kasus Covid19 bisa melandai dan kesadaran masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan (Prokes) lebih tinggi,” katanya.

Berdasarkan data yang ada pada 13 Juli 2021, angka kesembuhan di Sumsel bertambah 191 kasus sehingga secara keseluruhan mencapai 28.017 kasus.

Gubernur Sumsel Sumsel Herman Deru meninjau secara langsung kesiapan Asrama Haji Palembang untuk tempat isolasi pasien Covid19, dengan kasus konfirmasi positif tanpa gejala atau gejala ringan.

“Saya sudah meninjau kesiapan Asrama Haji Palembang. Ini sifatnya harus siap setiap saat, jadi ini dipersiapkan. Termasuk Nakesnya, kalau peralatan isolasi sudah cukup memadai,” kata Deru saat di Asrama Haji Palembang, Rabu (14/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelumnya untuk Wisma Atlet Jakabaring sudah dibuka satu tower dan kini ditambah dua tower. Ini dilakukan untuk antisipasi jika ada lonjakan yang signifikan.

“Untuk di Asrama Haji ini ada tiga tower, untuk kamarnya ada 270 kamar dengan kapasitas keseluruhan 500 tempat tidur. Karena satu kamar ada yang satu hingga dua tempat tidur,” katanya.

Menurut Deru, dengan kesadaran masyarakat yang ada untuk memeriksakan dirinya baik PCR maupun antigen, maka masyarakat tak perlu lagi ragu untuk isolasi mandiri. Jika di rumahnya ada anak kecil ataupun orang tua maka jangan ragu untuk isolasi di tempat yang sudah disediakan Pemprov Sumsel seperti Wisman Atlet dan Asrama Haji.

“Tempat isolasi yang disebut Pemprov Sumsel ini gratis, tanpa biaya. Jadi harapan saya, agar pasien Covid19 yang tidak memiliki gejala ataupun bergejala ringan tidak langsung ke rumah sakit agar BOR tidak tinggi, melainkan bisa perawatan di tempat isolasi ini saja,” kata Deru.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy menambahkan, bahwa Asrama Haji Palembang ini dipersiapkan untuk isolasi pasien Covid19. Namun ini sifatnya dipersiapkan, karena untuk Wisma Atlet masih banyak tersedia tempat isolasi.

“Untuk di Wisma Atlet Jakabaring sendiri disediakan tiga tower, masing-masing tower ada 54 kamar dengan kapasitas 100 tempat tidur. Untuk saat ini satu tower saja belum penuh, jadi untuk di wisma atlet masih cukup banyak ketersediaan kamarnya,” katanya.

Menurut Lesty, ketika di Wisma Atlet penuh maka Asrama Haji siap dibuka. Jadi masyarakat Sumsel jangan khawatir tentang tempat isolasi mandiri. Hanya saja tetap dihimbau terapakan protokol kesehatan (Prokes), harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Itu Demi diri sendiri keluarga dan orang lain, supaya penularan dapat ditekan. (tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar