Debat Cagub Saling Sindir

Deru : Kualitas Karet Mampu Bersaing

PALEMBANG, SuaraSumselNews- DEBAT publik Pasangan Calon (paslon) Gubernur — Wakil Gubernur Sumsel pertama, periode 2018-2023,  digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Rabu malam (14/3) di Ballroom Hotel Novotel Palembang.

Peserta empat paslon tersebut, (1) Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY). Paslon (2) Aswari-Irwansyah (ASRI), paslon (3) Ishak Mekki-Yudha dan paslon (4) Dodi Alex – Giri Ramandha. Debat Cagub dan Cawagub Sumsel kali ini, berlangsung cukup panas dan saling sindir tentang program kerja.

Misalnya Cagub Sumsel nomor urut (4) Dodi Reza Alex mengatakan, kualitas karet petani Sumsel, mutunya sangat jelek. Makanya dengan kualitas tersebut, menyebabkan terpuruknya harga karet, saat ini.

“Rendahnya harga karet karena kualitas produk dari petani karet Sumsel jelek,” ujar Dodi Reza Alex dalam debat publik Pilkada Sumsel Rabu malam tersebut. Pernyataan ini menjawab pertanyaan Cagub Herman Deru (HD) yang menyatakan bahwa salah satu upaya untuk menaikkan harga karet di Sumsel, akan mendirikan pabrik ban terbesar di Indonesia.

Pabrik ban tersebut diharapkan mampu menyerap produksi karet di Sumsel. “HDMY punya program membangun pabrik ban terbesar di Indonesia. Ini dapat dilakukan, karena Sumsel pernah punya pabrik ban Intirub” tegas Herman Deru.

“Saya tak setuju jika dikatakan kualitas karet yang diproduksi petani jelek. Justru kualitas karet petani Sumsel dapat bersaing” tegasnya. Makanya, rencana pembangunan pabrik ban salah satu solusi peningkatkan harga karet Sumsel. Mengingat beberapa tahun terakhir, mengalami kemerosotan.

Debat publik yang berlangsung cukup hangat itu, HD mengaku prihatin dengan masih tingginya angka kemiskinan di Sumsel yakni  sebesar 13,10 persen atau sekitar 1,1 juta orang. Angka ini diatas angka kemiskinan secara nasional sebesar 10,12 persen.

“Kondisi ini sungguh memprihatinkan. Sumsel yang kaya sumber daya alam dan masuk dalam 5 provinsi terkaya di Indonesia, toh peringkat 10 paling banyak warga miskinnya. Ini pasti ada sesuatu yang salah” ujar Deru.

“Untuk dari sisi demokrasi kita sedih. Kenapa daerah kita rawan Pilkada, jadi butuh edukasi politik. Bicara infrastruktur kita terfokus di ibukota provinsi. Jadi kita butuh pemerataan. Kita harus berubah Bersatu Sumsel Maju,” bebernya.

Keprihatinan serupa disampaikan Cagub nomor urut 2 Aswari Rivai yang menegaskan masih tingginya kemiskinan di Sumsel saat ini. Menurut Bupati Lahat non aktif ini, sebaran warga kemiskinan merata di perkotaan dan pedesaan.

Sementara, Wakil Saifudin Aswari yakni Irwansyah menuturkan, sebagai wakil dirinya akan mendata yang pasti berapa jumlah penduduk miskin, tidak sekolah, pengangguran. “Insya Allah ASRI amanah,” ucapnya.

Sedangkan paslon 3 Ishak Mekki dalam visi dan misinya menuturkan, Sumsel Mandiri Cerdas, maju dan merata. Berdaya saing, berbasis lokal, interaksi global. “Visi kami menciptakan pemerataan pembangunan infrastrktur, kami melihat kerusakan jalan dimana-mana.

Kami targetkan satu tahun bisa. Memperbaiki tata kelola perkebunan, dengan mendatangkan investor. Kami akan berikan bantuan 50 ribu UMKM Rp 10 juta. Membangun Sumsel dibidang tekhnologi, informasi. Dan tata kelolah pemerintahan yang baik,” bebernya.

Paslon 4 Dodi Reza Alex mengatakan, dirinya bersama Giri memiliki 6 program strategis. Pertama, kelanjutan sekolah dan berobat gratis. Kedua, dalam 2 tahun seluruh jalan provinsi mulus. Ketiga peremajaan gratis bagi petani karet, sawit. Dan optimalisasi lahan sawah.

Selanjutnya ke-empat dalam 2 tahun warga Sumsel Smart digital, internet gratis  ke desa. Kelima KEK Tanjung Api-Api diupayakan pembangunannya untuk mendorong ekonomi. Dan ke-enam memberikan bantuan UMKM.

Sementara, Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan, debat pertama ini adalah penyampaian visi dan misi, program kerja yang dinilai antar paslon. Sehingga pemilih 6 juta, mempertimbangkan paslon mana yang mampu merealisasikan janjinya, dan memilih pemimpin yang terbaik.

Katanya, dalam debat tersebut dipimpin, sejumlah panelis, diantarnya, Prof Sirozi, Prof Taufik Marwah, Dr Febrian, Dr Yayat Supriatna dan lainnya. Sedangkan debat publik kali ini terdiri dari 6 segmen. (*)

laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.