“Dampak Covid -19 Pasar Sepi”

Pedagang Mengeluh, Pembeli Menurun

 

INDRALAYA, SuaraSumselNews | DAMPAK wabah Covid -19 hingga September 2020 ini, sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya pedagang pasar tradisional Indralaya Ogan Ilir .
Sulton (42) seorang pedagang kelontongan bertutur, semakin hari kondisi pasar sepi pembeli. Sangat terasa menurunnya pendapatan pedagang dan berpengaruh pada ekonomi, ujarnya dengan sedih.

Hal senada juga diungkapkan oleh But Minah (47) pedagang sayur dan buah-buahan di pasar ini. Sulit pak kami setiap hari sepi dari pembeli. Banyak dagangan kami terkadang mengalami pembusukan karena tidak laku. Artinya modal kami semakin hari semakin berkurang. Ya makan modal, ungkap mereka dengan nada mengeluh.

Bukan itu saja, dampak wabah Covid – 19 juga dirasakan para jasa becak motor (Bentor) mereka sepi penumpang. Ya mengeluh pendapatan yang menurun, bahkan terkadang kesehariannya tidak memperoleh hasil apa-apa.

Berat pak derita kami ini, biaya hidup setiap hari tetap harus ada. Sementara pendapatan tidak ada. Bagaimana anak istri mau makan dan anak mau sekolah.
Sementara dilapangan terlihat pelaku jual beli di pasar ini memang terlihat sepi dan menurun. Bahkan sejumlah kios pasar yang sebelum wabah ini, berisi aneka dagangan dan ramai pembeli. Toh, kini banyak ditinggal dan kosong dari pedagang.

Terkait wabah Covid 19 yang hingga kini belum tahu kapan akan berakhir?. Masyarakat perlu taat aturan protokol kesehatan Covid 19. Wajib pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. Apa lagi di saat para pelaku pasar melaksanakan aktifitas keseharian di pasar. Baik pedagang maupun masyarakat pembeli, wajib mentaati protokol kesehatan Covid 19.

Lalu perlu adanya petugas kesehatan yang on time di pasar seperti ini. Maksudnya, untuk mengingatkan masyarakat wajib taat protokol kesehatan Covid 19. Karena sekarang ini masih banyak masyarakat mengabaikan ketentuan yang dianjurkan oleh pemerintah. (*)
laporan : gusti ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar