Buntut Kasus Dana Bos, Kejagung Evaluasi Pidsus Kejari Palembang

PALEMBANG, SuaraSumselNews | KASUS dugaan korupsi Dana Bos SD Negeri 79 Palembang dan Dana Bos SMA Negeri 13 Palembang, hingga saat ini belum juga terselesaikan.

Seperti yang diketahui dua kasus ini tengah ditangani oleh tim Tindak Pidana Khusus Kejakaan Negeri Palembang.
Namun hingga saat ini, bahkan sampai telah bergantinya Kasi Pidsus yang lama ke Kasi Pidsus yang baru, dua kasus dugaan korupsi Dana Bos ini belum juga terselesaikan.

Untuk diketahui dalam kasus dugaan korupsi Dana Bos SDN 79, Tim Pidsus Kejari Palembang telah menetapkan kepala sekolahnya yang berinisial ND sebagai tersangka.

Sayangnya ND hingga saat ini belum juga dapat ditahan karena berhasil melarikan diri. Sedangkan untuk kasus dugaan korupsi dana Bos SMAN 13 Palembang, pada berapa waktu lalu saat dikonfirmasi awak media, dikatakan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Bobby H Sirait SH MH akan segera rilis, namun hal tersebut belum terealisasi.

Dikonfirmasi pada Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH mengatakan jika pihaknya sudah mengkonfirmasi pada Kasi Pidsus Kejari Palembang, Bobby H Sirait, bahwa penanganan kasus tersebut masih berjalan.

“Mudah-mudahan dalam dekat ini akan ada penetapan tersangka,” ujar Khaidirman, Rabu (11/8). Disinggung tentang penanganan yang lambat pada kasus dugaan korupsi dana Bos tersebut, Khaidirman mengaku pihaknya tidak tahu ada kendala apa.

“Kita tidak tau ada kendala apa dalam penanganan perkara tersebut. Mengenai lambatnya penanganan sudah kami komunikasikan pada Kasi Pidsus dan Kasi Intel Kejari Palembang, katanya dalam waktu dekat ini mudah-mudahan akan segera menetapkan tersangka,” jelas Khaidirman.

Khaidirman menegaskan jika penetapan tersangka tersebut, pada salah satu kasus dari dua kasus Dana Bos di sekolah yang berlokasi di Kota Palembang.

Untuk perkara yang menarik perhatian masyarakat, baik subjek dan objeknya maka akan dilaporkan perkebangannya.
Seperti dua kasus ini, Kejari Palembang, pasti melaporkan ke Pihak Kejati Sumsel.

Selain itu Khaidirman juga mengatakan jika Kejaksaan Agung juga akan melakukan evaluasi pada perkara ini.
“Apakah nanti ada funismen atau tidak, kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 79 Palemabang, ND sudah ditetapkan sebagai Dalam Pencarian Orang (DPO) oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang sejak berapa waktu lalu.

Sementara itu, dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Kasi Pidsus Kejari Palembang Bobby H Sirait SH MH, menjelaskan untuk SMAN 13 dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan ekspose soal perkara tersebut.

“Untuk SMAN 13 masih dalam proses penyidikan untuk perkembangannya nanti dalam waktu dekat ini akan kami ekspose,” ujar Bobby, Senin (19/7).

Sedangkan untuk, dugaan penyalahgunaan dana BOS SDN 79, Bobby mengakui bahwa ND mantan Kepala Sekolah SD tersebut hingga kini masih buron.

“Kita sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mencari keberadaan terdangka ND. Hingga saat ini kita terus melakukan pencarian terhadap tersangkan,” singkatnya.

Untuk diketahui, terkait perkembangan kasus dugaan penyelewengan dana BOS SDN 79 Palembang, tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang sudah melakukan pemanggilan terhadap ND mantan kepala SDN 79.

Bahkan surat panggilan juga sudah disampaikan kepada keluarga ND dan ketua RT dimana tempat bersangkutan berdomisili beberapa waktu lalu.

Penyidik Pidsus Kejari Palembang juga sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini.

Diantaranya sebanyak enam saksi dari Dinas Pendidikan Kota Palembang dan delapan saksi dari guru-guru sudah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

ND diduga telah melakukan penyimpangan dana BOS SDN 79 Kota Palembang, yang bersumber dari dana BOS APBN Triwulan II DAN III sebesar Rp. 560.640.000,00,- dan dana BOS APBD Triwulan II Rp. 40.440.000,00, tahun anggaran 2019. (sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *