Pasar Kalangan di OKI Nuansa Objek Wisata

Setiap Pekan Ramai Diserbu Pembeli

KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | MEDIA ini melakukan pemantauan aktivitas pasar tradisional di Kecamatan Jejawi (OKI) yang kembali menggeliat setelah pasca libur panjang.

“Ya ada sedikit kenaikan harga dari normal setiap harinya. Tetapi ini hanya sedikit dan Itupun masih jauh di bawah kondisi tidak normal pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Bu Nur (43) salah seorang pedagang sayuran di Pasar Semodem, Talang Cempedak, Rabu (11/8)

Bu Nur ini mengatakan, umumnya semua pedagang Pasar Tradisional sudah sibuk berjualan setelah lebaran iidul Adha 1443 Hijrah. “Biasanya satu minggu setelah lebaran itu belum begitu ramai dikunjungi. Toh lonjakan pembeli sekarang sudah mulai tinggi sekali,” katanya.

Dia mengakui, pasokan barang dan sayur-sayuran semua Pasar Tradisional di wilayah Kecamatan Jejawi relatif terjaga. “Hingga hari ini, sebenarnya merata, terutama di kalangan-kalangan wilayah Kecamatan Jejawi, itu pasokan tetap normal,” ujarnya.

Dari pantauan SuaraSumselNews, lonjakan harga tidak terjadi pasca lebaran Idul Adha dan libur panjang 2021. Harga bahan sayuran dan kebutuhan pokok lainnya beragam. Sayur sawi misalnya, mulai dari Rp 10 ribu per kilogram hingga Rp 8 ribu per kilogram.

“Kami sangat berterimakasih kepada para pedagang, karena tidak menaikkan harga dengan seenaknya. Dan itu satu kesadaran timbul dari pedagang besar dan pedagang kecil di Pasar Tradisional di Kabupaten OKI serta peran Dinas Perdagangan dan Pemerintah Kabupaten telah membantu mengendalikan harga hingga, ungkap Bu Ani seorang pengunjung Pasar Tradisional di Desa Talang Cempedak ini.

Ia menuturkan sengaja memilih selalu berbelanja di semua pasar kalangan di Kabupaten OKI. Karena semuabpunya segmen yang berbeda dengan Pasar Tradisional lain di wilayah Kecamatan Rambutan dan lainnya di Kabupaten Banyuasin.

“Saya dan sang suami kebetulan punya hobi jalan-jalan. Jadi, sambil jalan-jalan, kami berbelanja di Pasar Tradisional di Jejawi, Sp Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, bahkan pernah sengaja berbelanja di di Tulung Selapan,” tuturnya.

Dia mengaku penasaran dengan semua Pasar Tradisional di Kabupaten OKI, karena kerap membaca beberapa tulisan artikel tentang Pasar Tradisional di Kabupaten OKI. “Katanya suasananya sangat berbeda dari pasar tradisional lainnya. Saya jadi penasaran, makanya kita setiap hari libur kerja selalu pergi ke pasar tradisional di Kabupaten OKI” urainya.

“Semua pasar tradisional di Kabupaten OKI sebenarnya bisa dijadikan sebagai tempat untuk tujuan wisata. Suasana pasar yang ramai dikunjungi pembeli dengan beragam para pedagang berjualan. Menurut saya ini adalah salah kekayaan yang dimiliki oleh Kabupaten OKI,” paoarnya.(*)
laporan ; adeni andriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *