Terjadi di Desa Tanjung Agas,
Kecamatan Tanjung Raja (OI)
INDRALAYA, SuaraSumselNews | SEORANG wartawati Wediazone bernama Rosita Dewi diancam oleh oknum Kepala Desa (Kades) saat melakukan peliputan di Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Tak hanya itu, korban juga sempat dilecehkan pada saat melakukan peliputan, Senin sore (9/8). Berdasarkan kronologi yang diungkap Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia, Ansori AK, pengancaman dan pelecehan yang menimpa Rosita Dewi terjadi pada Senin sore itu.
Ketika itu, Rosita Dewi sedang melakukan kerja jurnalistik. Ia ditugaskan oleh kantornya untuk melakukan reportase berkaitan dengan proyek pembangunan Pamsimas di Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Diduga, proyek Pamsimas yang tengah diliput Rosita Dewi tersebut menyeret nama Kepala Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, bernama NN.
Karena mendapat tugas untuk melakukan liputan, Rosita Dewi kemudian mendatangi lokasi proyek Pamsimas di Desa Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir pada Senin (9/8) pagi.
Sebab, dilokasi proyek Pamsimas di Desa Tanjung Agas Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, Rosita Dewi, tidak mendapati keberadaan papan proyek. Rosita Dewi datang sekitar pukul pukul 10.00 WIB. Setelah 15 menit berselang, Rosita Dewi memutuskan untuk menemui NN Kepala Desa Tanjung Agas untuk memulai reportasenya.
Namun, Rosita Dewi tidak berhasil menemui NN Kepala Desa Tanjung Agas, karena sedang tidak berada di rumah.
Di lokasi proyek Pamsimas di Desa Tanjung Agas, Rosita Dewi tidak hanya sekedar mengamati. Tapi juga sempat memotret kondisi bangunan Pamsimas yang berada di Desa Tanjung Agas.
Lalu, pada sore harinya Rosita Dewi yang sedang melakukan wawancara tiba-tiba mendapat ancaman dan pelecehan. Tak hanya diancam, Rosita Dewi juga sempat dilecehkan NN pada saat proses wawancara dilakukan.
Setelah itu, Rosita Dewi keluar dari dalam rumah dan kembali ke lokasi proyek Pamsimas di desa tersebut. Rosita mendapat ancaman dari NN dan diminta untuk tidak memberitakan proyek Pamsimas di Desa Tanjung Agas.
Guna memastikan keterangan NN, Rosita Dewi kemudian menemui Fidel (wartawan) untuk melakukan konfirmasi. Nurhan mengatakan bahwa Fidel adalah orang yang mengetahui semua informasi tentang proyek Pamsimas di desa tersebut.
Setelah itu, Rosita Dewi datang menemui Fadel untuk kembali melakukan liputan. Ia sempat memberi tahu fadel jika ia mendapat ancaman secara ferbal dari NN.
“Selama proses wawancara dengan NN, Rosita Dewi mendapat ancaman secara ferbal dan dilecehkan,” kata Ansori AK, Rabu (11/8).
Lalu, pada sore hari sekitar pukul 16:10 WIB Rosita Dewi diajak pulang dari rumah fadel oleh Heri sang suami yang juga reporter.(rim)





TG中文版支持发送各种格式的消息,包括文本、图片、视频和文件,方便用户沟通。