KAYUAGUNG, SuaraSumselNews | PENEBANGAN pohon di areal makam RT 06 Dusun lll, Desa Celikah (OKI) dikeluhkan warga sekitar. Menyusul dampaknya merusak sebagian bangunan makam.
Pantauan di lokasi, Kamis (24/3) kondisi sejumlah bangunan makam masih porak-poranda. “Karena kerusakan makam itu warga jadi marah,” terang Samsul Bahri, Ketua LSM Lesper OKI.
Dia menerangkan, penebangan pohon yang dilakukan Senin (21/3) lalu. Ada satu pohon tembesu yang ditebang. Dalam prosesnya, ada puluhan makam rusak. “Kami kecewa puluhan makam keluarga kami rusak akibat penebangan pohon. Terlebih ketika proses penebangan, tanpa memberitahu warga dan langsung melalui penebangan pohon di area makam,” paparnya.
Menindaklanjuti protes warga, Kamis (24/3) siang, puluhan warga melakukan pengumpulan tanda tangan. Dari situ diketahui, jika penebangan pohon diduga atas perintah Ketua Pemakaman Desa Celikah, Indra.
Sementara uang hasil penjualan pohon senilai jutaan rupiah itu nantinya akan digunakan untuk apa, dan masyarakat tidak diberi tahu.
Ketua pemakaman Idra mengatakan, uang hasil penjualan pohon bakal digunakan untuk apa? Dan masyarakat tidak diberi tahu. Ini yang menurut kami sangat janggal, karena justru menimbulkan kerusakan,” ungkapnya.
Padahal, lanjutnya, Ketua pemakaman Desa Celikah juga menjabat sebagai Ketua BPD. “Tanah makam yang berada di Desa Celikah itu memiliki luas kurang lebih setengah hektar. Lahan tersebut sudah ratusan tahun diwakafkan oleh ahli warisnya untuk pemakaman umum bagi warga setempat,” terangnya.
Warga yang kecewa mendesak Indra untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Pemakaman dan Ketua BPD. “Ya warga meminta Indra untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua pemakaman dan ketua BPD,” bebernya.
Dikonfirmasi, Kepala Desa Celikah Kartiwan membenarkan adanya peristiwa penebangan pohon di RT 06 Dusun lll yang menyebabkan terjadinya kerusakan makam. “Ya ketua pemakaman,” katanya saat ditemui ketua LSM Lesper OKI, Samsul Bahri.
Diungkapkan oleh Ketua LSM Lesper OKI, Samsul Bahri, tidak ada musyawarah dengan masyarakat untuk melakukan penebangan pohon di area makam,” katanya.
Dikatakan Ketua LSM Lesper bahwa sebelum melakukan penebangan pohon, Ketua Pemakaman Desa Celikah tidak memberitahu warga. “Seharusnya sebelum melakukan penebangan pohon warga setempat diajak musyawarah terlebih dahulu. Utamanya, sebelum melakukan penebangan. Karena tanah itu diwakafkan oleh ahli warisnya untuk pemakaman masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan tidak dilakukan musyawarah dusun. Selain itu, pada saat penebangan merusak beberapa makam, sehingga hal ini mematik emosi warga.
“Warga sudah mengumpulkan tanda tangan untuk menyelesaikan bagaimana menuntaskan permasalahan makam yang rusak, serta warga meminta untuk menurunkan jabatan Indra,” katanya.(den)




