Warga Bayar Retibusi Jalan Portal Desa Teluk Tenggulang

Untuk Kelancaran Angkutan Hasil Bumi

 

BANYUASIN, SuaraSumselNews | MEMASUKI kawasan Desa Teluk TenggulaI Dusun 2 Simpang SP 1 Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin siap untuk membayar retribusi portal.

Ya, retribusi portal ini bukan sembarangan. Penarikan dananya sepertinya sebagai pungutan liar (pungli). Dan Dana yang terkumpul dari penarikan retribusi portal ini digunakan sebagai pemeliharaan dan perbaikan jalan yang dilibtasi kendaraan bermuatan besar seperti mobil truk pick up dan sejenisnya.

Rapat koordinasi  Kecamatan Tungkal Ilir, di Aula Kantor Kecamatan Tungkal Ilir beberapa waktu lalu, salah satunya membahas adanya pemberitaan media massa. Intinya ada pihak mengambil keuntungan dari portal itu, dan hal itu adalah tidak benar.

Bahwa hal ni di buktikan dengan, warga yang berdomisili di Kecamatan Tungkal Ilir saat dimintai keterangan oleh media ini. Mereka tidak merasa keberatan dengan adanya retribusi portal tersebut.

Ketua Forum Koordinasi Kepala Desa se Kecamatan Tungkal Ilir  Sucipto SE mengatakan, mereka (kepala desa) yang ada di wilayah ini telah membahas hal ini untuk di carikan solusinya.

Bahwa jalan darat satu satunya untuk menuju Kecamatan Tungkal Ilir yakni jalan milik perusahaan. Yakni jalan PT Conoco dan kita hanya bisa memperbaiki jalan dengan cara seadanya. Salah satunya ya dengan dana restribusi. Dan warga masih beruntung adanya jalan Conoco ini, ” ujarnya, Rabu kemarin (9/12).

“Saat ini yang kami lakukan hanya membuat usulan kepada pemerintah, siapa tahu dengan usulan ini nantinya dapat di setujui, ” harap warga..

Hal senada di sampaikan Kapolsek Tungkal Ilir, Iptu Hendry mengatakan dirinya sudah cukup lama bertugas di wilayah tersebut. Dan pernah memanggil seluruh elemen masyarakat. Mulai dari warga, Kades, pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan secara bersama sama-sama.

Ada beberapa jalan seperti tersumbat ketika air pasang membuat jalan tergenang air. Jalan ini pernah mengalami kelumpuhan. “Apa lagi saat itu ada warga mau melahirkan dan terhambat untuk menuju rumah sakit. Termasuk jalan urat nadi uruk mengangkut hasil bumi sawit dan karet,” jelasnya. (*)
laporan ; temi jen husni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *