4 Paslon Laporkan Money Politik dan Kecurangan
PANGKALAN BALAI, SuaraSumselNews- EMPAT Pasangan Calon (paslon) Bupati – Wakil Bupati Banyuasin, akan laporkan hasil temuan adanya money politik dan sekaligus menolak hasil Pilkada serentak, Rabu, 27 Juni 2018, disini.
Kamis malam (28/6) ke empat paslon adakan jumpa pers di Rumah Makan Sederhana, KM 12 Sukajadi, Kabupaten Banyuasin. Empat paslon dari lima paslon Bupati Banyuasin, tersebut, paslon nomor urut 1 yang di hadiri Calon Wakil Bupati H Hazuar Bidui. Paslon nomor urut 2, H Arkoni. Paslon nomor urut 3, diwakili H Burlian, Ketua Tim Pemenangan Paslon HM Buya Husni Thamrin dan Supartijo, serta paslon nomor urut 4, H Syaiful Bachri dan H Agus Salam.
Bahwa ke empat paslon tersebut menyatakan sikap penolakan terhadap semua hasil Pilkada serentak yang dilaksakan di Kabupaten Banyuasin.
Dalam surat pernyataan dan tuntutan ke empat paslon tersebut, Pertama, bahwa Pilkada Banyuasin 2018 tidak berjalan sesuai dengan azaz Pemilu langsung, umum, jujur, rahasia dan adil. Kedua, bahwa Pilkada Banyuasin 2018, banyak terdapat temuan dan pelanggaran Pemilu. Serta kejahatan Pemilu yang dilakukan terstruktur sistematif dan masif.
Ketiga, bahwa Pilkada Banyuasin 2018 secara de facto telah gagal untuk membangun pertumbuhan dan berkembangan demokrasi di Kabupaten Banyuasin yang tercermin tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 50 persen. Sehingga membuat Pilkada Banyuasin tidak legitimet.
“Kami menolak hasil Pilkada Banyuasin. Karena masih ada temuan-temuan yang dilakukan pihak penyelenggara seperti info dari tim kami, adanya kotak suara yang tanpa segel dan telah dibuka di Muara Sujian, Desa Tirtaharja,” jelas H Arkoni pasangan Calon Bupati Nomor urut 2 di hadapan awak media.
Terkait kejadian seperti itu, secara tegas ke empat Pasangan Calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin 2018, menolak semua hasil keputusan Pilkada serentak disini.
‘’Kita akan laporkan secara tertulis kepada pihak yang berkompeten atas semua peristiwa yang dilakukan oleh paslon lainnya.Termasuk banyaknya temuan ada money politik, kecurangan dilapangan. Termasuk hal-hal penting yang mengganggu ketertiban Pilkada itu sendiri,’’ tegas H Arkoni yang didampingi tiga paslon lainnya itu. (*)








