Minta Tambahan Vaksin AstraZeneca
MUBA, SuaraSumselNews | Sebaran pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Muba disambut antusias masyarakat. Bahkan Bupati Musi Banyuasin, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA telah melobi Kementerian Bidang Perekonomian untuk meminta vaksin tambahan dan vaksin jenis AstraZeneca guna kebutuhan warga Muba.
“Oleh karena itu saya minta jatah khusus vaksin dan langsung berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI untuk menambah kuota jumlah dosis di Kabupaten Muba karena memang kita dalam kondisi sangat membutuhkan vaksin,” jelas Dodi.
Vaksinasi Untuk Lapas
Vaksinasi ini program nasional yang sasarannya seluruh kelompok masyarakat termasuk warga binaan di Lapas Sekayu, meski Kepala Lapas dan petugas Lapas Sekayu sudah di vaksin, tidak menutup kemungkinan warga binaan bisa terpapar virus COVID-19.
“Alhamdulilah, Menteri Kesehatan memberikan vaksin sebanyak 2000 vial untuk sekitar 20.000 dosis, jenis vaksin yang diberikan yaitu AstraZeneca,” paparnya di sela pelaksanaan kegiatan vaksinasi di Lapas Kelas II B Sekayu kerjasama dengan Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Muba.
Menurut penelitian vaksin AstraZeneca sangat efektif untuk COVID-19 varian Delta, karena varian ini menyebarnya cepat dan menyebabkan angka kasus COVID-19 melonjak. Oleh karena itu serentak di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Muba hari ini dilaksanakan vaksin, dengan sistem jemput bola termasuk di Lapas Sekayu.
“Saya sudah minta kepada KONI segera mendata para atlet untuk dilakukan vaksin juga. Mereka ini nanti akan berlaga di Poprov dan PON. Agar tak khawati menjadi cluster baru, nanti saat kembali ke Muba bisa jadi bahaya, maka dari itu nanti di Stable Berkuda akan dilaksanakan vaksin khusus untuk para atlet,”ucap Dodi.
Herd Immunity di Muba Bisa Tercapai
Dirinya yakin jika ini dilakukan selama tiga bulan kedepan maka Herd Immunity di Kabupaten Muba bisa tercapai. Ketersediaan vaksin kalau secara kovensional jatah vaksin ini dari kementerian kesehatan di drop ke Provinsi, baru didistribusi ke kabupaten/kota. Oleh karena itu kita ambil jalur lobby dengan Kementerian Perekonomian, karena kondisi kita sekarang PPKM Level 4.
“Alhamdulillah Kemenkes langsung kirimkan vaksin Sinovac, Moderna dan juga AstraZeneca yang hari ini suntikan perdananya diberikan untuk warga binaan Lapas Sekayu,” jelasnya.
Bupati mengimbau pentingnya mengikuti pelaksanaan vaksin guna mengantisipasi penularan wabah COVID-19 yang sangat masif. “Warga saya imbau untuk ikut vaksin,” ujarnya.
Pelaksanaan vaksin Muba sudah tersebar di seluruh kecamatan yang difasilitasi Dinas Kesehatan, puskesmas setempat, dan stakeholder lainnya. “Sasaran target kita bisa menyentuh 462.546 warga yang mengikuti vaksin,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Sekayu Jhonny Hermawan Gultom menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan yang telah membantu melaksanakan suntik vaksin bagi warga binaan di Lapas Kelas II B Sekayu.
“Pelaksanaan vaksin hari ini bekerjasama dengan Dinkes Muba melalui tim Puskesmas Balai Agung, dengan target 350 sasaran dengan rincian 200 orang melaksanakan suntik vaksin kedua dan 150 orang melaksanakn suntik pertama, alhamdullilah sampai saat ini warga binaan Lapas Sekayu belum ada yang positif terpapar COVID-19,”ujarnya.
Salah satu warga binaan Lapas Sekayu Leo Apriansyah Simatupang (21) mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dodi Reza yang telah memperjuangkan jatah vaksin bagi warga Binaan Lapas Sekayu.
“Alhamdullilah kami di dalam sini bisa mendapatkan jatah suntik vaksin, kami bersyukur Pak Bupati memikirkan keselamatan kami di sini. Alhamdulillah dari suntik vaksin pertama dan kedua hari ini saya pribadi dan teman yang lain tidak merasakan gejala apapun, kami semua sehat-sehat saja,”ungkapnya.
PPKM Darurat Muba Turun Level
Penguatan 3T (testing, tracing, treatment) di Kabupaten Musi Banyuasin berjalan sangat baik. Ini terbukti setelah sebelumnya Kabupaten Muba menjadi daerah yang melaksanakan PPKM Darurat Level IV, terhitung sejak 9 Agustus 2021 Kabupaten Muba turun level menjadi PPKM Level III berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019.
“Penguatan 3T akan terus dimasifkan. Meski turun level kita jangan lengah, selain penguatan 3T dan tetap aktif 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) juga inventarisir warga hinga ke pelosok untuk melaksanakan vaksin terus digencarkan,” ungkap Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Selasa (10/8).
Menurutnya, dengan turun level tersebut aktifitas dapat berjalan normal dan tetap mematuhi prokes.
“Intinya jangan lengah, kesadaran untuk mematuhi prokes harus benar-benar ditaati demi kebaikan kita bersama,” ujarnya.
Untuk aktifitas perkantoran diberlakukan 75 persen WFH dan 25 persen WFO.
“Untuk pelaksanaan kegiatan sektor esensial seperti Toko dan pasar Tradisional, pelaku UMKM bisa operasional 100 persen dengan tetap diatur jam operasionalnya dan penerapan prokes,” jelasnya.
Dikatakan, untuk pelaksanaan vaksin Muba sudah tersebar di seluruh Kecamatan yang di fasilitasi Dinas Kesehatan, puskesmas setempat, dan stakeholder lainnya.
“Sasaran target kita bisa menyentuh 462.546 warga yang mengikuti vaksin,” harapnya.
Sementara itu, Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmanysah MARS menyebutkan, capaian vaksinasi di Muba hingga Agustus 2021 mencapai 13.80 persen dari total sasaran termasuk usia 12 tahun ke atas.
“Total dosis vaksin yang sudah diterima Muba yakni sebanyak 121.220 dosis, dan hingga Agustus 2021 ini sudah 96.576 dosis vaksin yang sudah disuntikkan untuk seluruh warga masyarakat Muba,” terang Azmi. (asri)








Telegram中文版下载网站是您了解这款流行消息应用的中心。从基本功能到高级特性,一应俱全。探索其开放性、安全性和无限可能。