Tangkal Berita Bohong

UKMK UIN Raden Fatah Gelar Pelatihan Survei

PALEMBANG, SuaraSumselNews | UNIT KegiatanMahasiswa Khusus Lembaga Peneltian dan Pengembangan (UKMK LITBANG) UniversitasIslam Negeri  (UIN) Raden FatahPalembang, gelar pelatihan survei dan penelitian.

Tema pelatihan teknik dasar dalam memahami survei dan penelitian. Dan pelaksanananya di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Sabtu (8/12).

Ketua Panitia Pelaksana, Muarifa Yuvi mengatakan,  menggelar pelatihan survei dan penelitian tersebut meliputi teknik dasar dalam melakukan survei dan penelitian. Pada seminar kali ini, panitia hadirkan narasumber dari BPS Provinsi Sumsel dan Pimpinan Redaksi  SuaraSumselNews. 

“Materi yang disampaikan oleh BPS Provinsi Sumsel tentang tata cara input pendataan yang benar dan transparan. Sementara, materi yang disampaikan Pimpinan Redaksi SuaraSumselNews tentang pemberitaan media sosial (medsos) serta antisipasi berita-berita hoaks,” ujar Muarifa.

Bahwa tujuan kegiatan ini,  lanjut Muarifa adalah agar peserta mengetahuitata cara melakukan survei dan penelitian. Sehingga mampu berkarya. Yang hadirdi acara ini, UKMK Litbang UIN Raden Fatah, Derma UIN Raden Fatah dan puluhan mahasiswa serta undangan lainnya.

Kami ingin peserta bekarya lebih baik lagidalam melakukan penelitian.  Selainantisiasi berita-berita hoaks. “Apalagi kita sebagai generasi milenial,harusnya bisa memahami berita-berita fakta dan berita bohong alias hoaks,” tegasnya.

Sementara, Pimpinan Redaksi SuaraSumselNews Asnaini Khamsin menegaskan, melalui kegiatan seperti ini, peserta dapat memahami mana berita yang baik dan yang tak baik atau hoaks. 

Dengan kegiatan ini mengadung unsur positif. Khususnya bagi mahasiswa UIN Raden Fatah.  Disini kita menyampaikan bagaimana berita yang baik dan benar. Hal itu sesuai dengan program Presiden RI anti berita hoaks,” tambahnya.

Kata Asnaini, dirinya berharap semua peserta mampu lebih serius dalam belajar tentang jurnalistik yang benar. Dari itu, tentunya akan dapatkan wartawan yang profesional dan mampu bersaing. 

Wartawan yang baik itu harus mengetahui rumuspembuatan berita (5W + 1H). Disertai Kode Etik Jurnalistik serta UUPokok Pers. Mahasiswa ini adalah kader bangsa dan harus mampu menyampaikanaspirasi. Baik dalam tatanan pemerintah dalam memberikan publikasi. Sehinggatak perlu lagi melakukan aksi demo.

‘’Siapapun bisa menjadi wartawan yang baik. Utamanya memahami dan melaksanakan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dengan baik. Disertai kemampuan pendidikan yang mengayomi,” tandasnya. (*)

laporan :  yulie ��R���

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *