PALEMBANG, SuaraSumselNews – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Rabu pekan kemarin.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral antara Sumatera Selatan dan Australia yang selama ini dinilai menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor.
Dalam sesi wawancara usai pertemuan, Herman Deru menyampaikan bahwa fokus kerja sama mencakup sektor infrastruktur sanitasi, pendidikan, hingga optimalisasi komoditas unggulan daerah.
“Kunjungan Dubes Australia kali ini merupakan evaluasi sekaligus penguatan kerja sama yang telah terbangun lama, mulai dari komoditas ekspor kopi Sumsel hingga proyek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Kami bersyukur proyek IPAL ini berjalan dengan sangat baik. Pemprov terus berkomitmen melakukan sosialisasi masif agar animo masyarakat untuk mengadopsi pola hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas sanitasi modern ini semakin meningkat,” ungkap HD.
Ia menambahkan, salah satu poin strategis yang dibahas adalah pengembangan konektivitas global melalui Pelabuhan Tanjung Carat yang diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kehadiran pelabuhan tersebut akan menjadi solusi dalam memangkas jalur logistik internasional serta meningkatkan daya saing ekspor Sumatera Selatan.
Selain itu, sektor pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan juga menjadi perhatian utama dalam kerja sama ini.
Herman Deru berharap kolaborasi pendidikan dapat diperluas hingga ke tingkat sekolah, tidak hanya terbatas pada perguruan tinggi.
Sementara itu, Roderick Brazier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam kunjungan tersebut.
“Kami akan fokus membahas detail kerja sama bidang pendidikan untuk memperkuat jejaring alumni dan meningkatkan kapasitas SDM lokal agar mampu bersaing di level global,” tuturnya.
Ia juga menyoroti potensi alumni universitas Australia asal Sumatera Selatan yang berjumlah sekitar 70 orang sebagai aset penting dalam memperkuat hubungan kedua pihak. (*)



