Sidak Diamond dan Lotte Mart

BPOM Temukan Kemasan Kadaluwarsa

PALEMBANG, SuaraSumselNews – Jelang Hari Raya Idul Adha 1439 H tahun 2018 kemarin, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang lakukan inspeksi mendadak (sidak) sejumlah supermarket.

Sidak tersebut, BPOM bersama Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta Dinas Kesehatan (Dinkes). Supermarket yang disidak tersebut yang berlokasi sepanjang Jalan R Sukamto, masing-masing, Diamond dan Lotte Mart, Selasa kemarin.

Kepada SuaraSumselNews kemarin, Kepala BPOM Kota Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan,  saat dilakukan sidak pada Diamond ditemukan 8 item makanan dan minuman kemasan yang izin edarnya sudah habis. Satu produk makanan yang kemasannya rusak dan  5 item yang tak memenuhi ketentuan.

“Total produk yang kita amankan sebanyak 305 pieces,  dengan nilai ekononi Rp 10.410.000.  Karena izin edarnya sudah habis, maka produk makanan dan minuman ini akan ditarik terlebih dahulu,” ujar Dewi.

Kata Dewi, ada delapan produk yang ijin edarnya habis. Mislanya, Champ, Geliahao Manisan Cerry, Ori Coconat Water, Enao, Bumbu Rendang My Taste dan lain-lain. Produk-produk ini untuk sementara akan ditarik terlebih dahulu.

“Hasil temuan ini akan kami laporkan ke pusat. Nanti pusat yang akan menindak lanjuti dan mengecek, apakah produk-produk tersebut dalam tahap perpanjangan atau tidak. Kalau tidak diperpanjang otomatis semua yang beredar harus ditarik,” jelasnya.

Sementara, Asisten Manager Store Diamond Sukirno saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya kurang pengecekan dan maaf teledor.  “Tidak disengaja dan kami tidak tahu kalau izin edarnya belum diperpanjang. Nanti kita akan ke suplyer atau distributor untuk ditindak lanjuti. Kalau mau diperpanjang atau tidak, kalau tidak akan diperpanjang maka akan kami tolak,” tandasnya.

Setelah melakukan sidak di Diamond,  Balai BPOM Palembang melanjutkan sidak ke Lotte Mart.  Dari hasil sidak di Lotte Mart,  tambah Dewi, tim menemukan pangan yang rusak dan tidak layak konsumsi kurma 50 karton dan seumlah bungkus kurma curah.

“Untuk kurma 50 karton itu sudah ada jamur. Bahkan ada kutunya.  Kurma curahnya juga kemasannya sudah rusak,  itu tidak layak dikonsumsi dan kurma ini, diamankan,” bebernya.

Dewi menjelaskan,  di Lotte Mart juga ditemukan minuman dan makanan kaleng yang tak layak konsumsi. Karena kemasannya sudah penyok dan rusak.  “Ada minuman kaleng,  susu kaleng dan makanan yang kemasannya penyok.  Itu tidak layak konsumsi karena bakteri berkembang lebih cepat. Nilai ekonomi produk yang kita amankan di Lotte Mart mencapai Rp 18.935.850,” urainya.

Menurut Dewi,  pangan yang rusak kemasannya,  walaupun belum kadarluasa,  tidak boleh dijual karena tidak terjamin lagi higienisnya.   “Masyarakat jangan tergiur beli 2 gratis satu. Selain itu,  jangan tergiur dengan harga murah. Jadi masyarakat harus cerdas dengan mengecek kemasan, label, izin edar.

Manager Grosir Lotte Mart Denny Zulkifli Sinaga menambahkan,  kurma yang diamankan BPOM, sebenarnya berada di gudang dan akan  dikembalikan ke Jakarta.

“Untuk produk pangan yang penyok itu ada disatu kardus saja,  dari ratusan kardus.  Hanya beberapa produk yang didisplay yang penyok.  Itu tidak disengaja, ” ucapnya.

Sementara, Asisten III Pemkot Palembang, Agus Kelana menuturkan, Pemkot mendukung adanya kegiatan sidak ini. Karena pemerintah harus melindungi masyarakatnya.  “Berkaitan dengan pengawasan di Diamond dan Lotte Mart, ditemukannya izin edar sudah habis. Kita bersama  BPOM mengawal kegiatan menjelang hari-hari besar keagamaan,’’ tegasnya. (*)

laporan : winarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *