PALEMBANG, SuaraSumselNews – PEMPROV : Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan komitmennya mempercepat perbaikan infrastruktur jalan, khususnya di sejumlah ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan parah.
Langkah strategis diambil dengan memperkuat koordinasi bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan serta menyiagakan alat berat di berbagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang tersebar di wilayah terdampak.
Kerusakan jalan tersebut terjadi di beberapa titik penting, mencakup ruas Betung–Sekayu sepanjang 49 kilometer, Sekayu–Mangunjaya 42 kilometer, Mangunjaya–perbatasan Muba–Mura 42 kilometer, hingga Muba–Muara Beliti sepanjang 79 kilometer, dengan total panjang mencapai 211 kilometer.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Sumsel, M. Affandi, menegaskan bahwa meskipun ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan BBPJN, Pemprov Sumsel tidak tinggal diam.
“Kita tentu tidak tinggal diam. Atas arahan Bapak Gubernur, kita terus berkoordinasi dengan pihak BBPJN Sumsel, dan menyiagakan alat berat di UPTD yang dekat dengan lokasi kerusakan,” ujar Affandi saat ditemui pada Senin (23/6).
Penyiagaan alat berat ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan darurat apabila dibutuhkan sewaktu-waktu. Menurut Affandi, kehadiran alat berat yang tersebar di sejumlah UPTD dapat membantu percepatan proses perbaikan di titik-titik kritis, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi memperparah kondisi jalan.
“Prinsipnya, Pemprov Sumsel mendukung penuh penanganan jalan rusak yang dilakukan oleh pihak BBPJN. Kami siap mendukung secara teknis apabila diperlukan,” katanya.
Affandi juga menyampaikan harapannya agar penanganan infrastruktur sepanjang 211 km ini dapat berjalan optimal demi memulihkan fungsionalitas jalan, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik kembali lancar.
“Alat berat yang disiagakan ini diharapkan bisa membantu pihak BBPJN mempercepat proses perbaikan di titik-titik yang mengalami kerusakan tersebut,” tuturnya.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan pusat, diharapkan proses rehabilitasi jalan nasional ini dapat berjalan cepat, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan. (*)




