Sambut Tahun Baru 2024, PWI Sumsel Diskusi Refleksi Pers

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PETSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar diskusi sebagai refleksi pers 2023 dengan mengambil tema ‘Out Look Pers di Sumsel 2024’.

Diskusi refleksi akhir tahun pers 2023 yang dilakukan  PWI Sumsel ini dimaksudkan dalam rangka mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan dilewati selama satu tahun terakhir terkhusus dalam dunia kewartawanan di Sumsel.

Dalam diskusi refleksi akhir tahun 2023 ini, PWI Provinsi Sumsel menghadirkan empat narasumber masing-masing Direktur UKW PWI Pusat, Dr H Firdaus Komar, SPD, MSI, Plt Ketua PWI Sumsel, Anwar Sy Rasuan.

Kemudian, praktisi hukum Anton Nurdin, SH dan bakal Calon Wali Kota Palembang dari jalur independen Charma Afrianto.

Hadir pada kegiatan Minggu malam ini. Ketua DKP PWI Sumsel Afdhal Azmi Jambak dan puluhan wartawan di Sumsel.

Pada kesempatan tersebut, Direktur UKW PWI Pusat yang juga mantan Ketua PWI Sumsel, Dr H Firdaus Komar, SPD, MSi pada tahun 2023 dunia wartawan terkhusus di Sumsel banyak melewati halang rintangan terkhusus pada kesejahteraan wartawan.

“Kita (penggiat media massa) sangat mengandalkan advetorial melalui APBD, tapi saya yakin ke depan akan ada semacam  model bisnis bahwa media ini memang harus hidup dan dibutuhkan karena sebagai pilar demokrasi Indonesia,” ucap dia.

Maka dari itu, kata pria yang akrab disapa Firko ini pada tahun yang akan datang peningkatan kualitas SDM melalui uji kompetensi wartawan (UKW) juga menjadi keharusan guna menunjang pers yang berkualitas.

“Kalau kita merujuk pada kondisi ke depan saya pikir memang apa yang terjadi pada tahun ini kehidupan pers masih berputar tantangan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan profesionalitas,” ucap dia

Hal senada juga disampaikan Plt Ketua PWI Sumsel, Anwar Sy Rasuan. Menurutnya, yang menjadi titik beratnya dalam diskusi refleksi kali ini media massa juga harus sigap dalam menghadapi kemajuan teknologi terutama dalam penyeberan informasi.

“Kedepan kita harus belajar dari medsos di situ informasi menyebar dengan cepat, kita sebagai pers boleh mengambil dari situ, namun tetap dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik,” ucap Anwar Sy Rasuan.

Sementara itu, Praktisi Hukum, Anton Nurdin, SH mengemukakan peningkatan kualitas SDM dengan menjalani UKW menjadi begitu penting.

Namun yang menjadi sorotan pertumbuhan media siber yang kian pesat ini, juga rentan akan penyebaran miss informasi atau hoaks.

Apalagi pada 2024 mendatang akan dihadapi dengan pesta demokrasi mulai dari pileg, pilpres, dan pilkada.

“Saya sebagai orang yang menjadi korban pemberitaan hoaks, berharap di tahun kedepan peningkatan kualitas SDM wartawan dengan mengikuti uji kompetensi sudah menjadi keharusan,” tandasnya.

Sedangkan Charma Afrianto yang dikenal tokoh aktivis di Sumsel mengaku sudah sangat dekat dengan lingkungan wartawan sejak lama.

Bahkan, dia sebelumnya juga sempat terjun ke dalam dunia wartawan dengan membuat media cetak Bisnis Sriwijaya di tahun 2013.

Namun kata dia media cetak yang pernah dikelolanya kala itu terpaksa redup setelah adanya peralihan media online atau media siber pada masa itu.

“Ketika saya pernah apa punya media cetak ada sebuah tanggung jawab luhur dari seorang pribadi wartawan atau media saya pikir hal yang paling penting adalah membangun moralitas dan kecerdasan bangsa,” ucap dia. (*)