Pihak Kecamatan Babat Toman tak Menampik
BABAT TOMAN, SuaraSumselNews – ADA agenda Safari Ramadhan Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha, dijadwalkan berlangsung di Masjid Suro, Kelurahan Babat pada 13 Maret 2026 mendatang. Toh saat ini telah menjadi sorotan masyarakat disini.
Kenapa begitu ? Ya karena persiapan acara keagamaan tersebut diwarnai dengan aksi penyebaran proposal bantuan dana oleh pihak Pemerintah Kecamatan Babat Toman kepada pihak swasta.
Sumber media ini yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa proposal yang ditandatangani oleh pejabat setempat itu mencantumkan rincian anggaran yang cukup fantastis, yakni mencapai amgka Rp 56.700.000. Hal ini dinilai ironis oleh sebagian pihak, mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda resmi pemerintah kabupaten.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Babat Toman, Darwin, tak menampik adanya aktivitas penggalangan dana dimaksud. Saat dikonfirmasi Jumat (6/3), ia menjelaskan bahwa langkah tersebut terpaksa diambil karena ketiadaan alokasi anggaran khusus di tingkat kecamatan untuk menyambut kunjungan bupati.
“Memang benar kami menyebarkan proposal kepada perusahaan-perusahaan, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan. Bahkan, kami juga merangkul para pengusaha minyak lokal,” ungkap Darwin.
Ia menambahkan bahwa sebelum proposal diedarkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan mengundang perwakilan perusahaan-perusahaan tersebut.
Ya, meski menuai polemik karena melibatkan jabatan publik dalam meminta dana kepada pihak ketiga, Darwin menegaskan bahwa pemberian sumbangan tersebut sifatnya sukarela.
“Penyebaran proposal ini dilakukan karena tidak ada anggaran untuk penyambutan. Namun, kami menekankan bahwa tidak ada unsur paksaan terkait besaran dana yang disumbangkan,” tegasnya.
Meski demikian, langkah ini tetap memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat. Banyak yang menyayangkan jika nama besar Bupati Muba harus terseret dalam polemik penggalangan dana oleh oknum di tingkat kecamatan yang menyasar sektor-sektor usaha sensitif di wilayah tersebut.
Seperti yang didampaikan salah seorang narasumber yang enggan menyebutkan namanya dirinya menyayangkan adanya aktivitas menyebarkan proposal guna untuk kegiatan safari ramadhan.
“Sayang sekali kalau harus menyebarkan proposal seperti itu karena tidak ada dananya, kalau kegiatan safari ramadhon ini terkesan memberatkan pihak Kecamatan, ya lebih baik di tiadakan saja. Apalagi ini kan Kecamatan Babat Toman, Kecamatan tempat tinggal pak Bupati” kilahnya. (ros/**)




