oleh

Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK

Komisi X DPR RI: Pusat dan Daerah Belum Senafas

JAKARTA, SuaraSumselNews | PEMERINTAH pusat dan daerah belum senafas dalam persoalan rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mulai dari alokasi anggaran sampai rekrutmennya masih meninggalkan masalah besar.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu koordinasi lebih efektif lagi ke depan. Kami meyakini bila skema ini bisa jalan, maka rekrutmen 1 juta guru PPPK akan terlaksana dan bisa dituntaskan pada 2022 ini,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda Syaiful Huda saat rapat kerja dengan Mendikbudristek Nadim Makariem, Selasa kemarin (12/4).

Syaiful Huda mengatakan, persoalan rekrutmen guru PPPK masih jadi konsen Komisi X. Bahkan, Komisi X sampai membentuk panitia kerja (Panja).

BACA JUGA:  SKK Migas Pastikan Indonesia Memiliki Peluang Investasi Hulu Migas Yang Besar

Huda menyebutkan, pemerintah daerah masih belum yakin sepenuhnya dengan rekrutmen guru PPPK, lantaran pengalokasian anggarannya dititipkan lewat Dana Alokasi Umum (DAU), bukan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kemudian masalah lainnya, sambung Huda, pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkeu dan Kemendagri masih kurang koordinatif mendukung agenda rekrutmen satu juta guru PPPK itu.

“Ini membuat pemda pun gamang dalam merekrut tenaga PPPK. Pemda menginginkan skema dari Kemenkeu tidak DAU tapi DAK supaya jelas peruntukannya,” katanya.

Kalau DAU, pemda merasa belum yakin sepenuhnya bisa digunakan untuk pembiayaan PPPK. Itulah mengapa banyak pemda belum mengajukan SK-nya pada seleksi tahap I dan II.

“Koordinasi di level pemerintah pusat kiranya perlu satu suara, terutama Kemenkeu dan Kemendagri. Itu terlihat dalam seleksi kuota tahap II 2022 yang baru 17 persen terisi,” tutup politisi fraksi PKB ini.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.