PALEMBANG, SuaraSumselNews | KANTOR Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, mencatat realisasi belanja daerah Pemda yang bersumber dari dana APBN masih rendah sepanjang semester I tahun 2022.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen DJPb Sumsel, Lydia Kurniawati Christyana, mengatakan hingga 30 Juni 2022, belanja Pemda di Sumsel baru terealisasi Rp 11,25 triliun atau 28,34 persen dari pagu belanja Rp 39,7 triliun.
“Belanja pegawai menjadi sektor dengan realisasi terbesar dengan realisasi Rp 5,39 triliun atau 39,7 persen dari pagu,” katanya, Jumat (29/7).
Lydia bilang, realisasi ini belum cukup baik. Bahkan hampir seluruh Pemda di Sumsel yang belum merealisasikan belanja mencapai 50 persen. Hal ini dikarenakan belum banyaknya proyek pengadaan barang dan jasa yang sudah berjalan.
“Rata-rata proyek pemerintah saat ini belum berjalan, sehingga realisasi belanja modal masih rendah,” katanya.
Menurutnya, kontrak fisik proyek memang membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Di mana rata-rata belanja modal baru diakselerasi pada triwulan ketiga.
Adapun Pemda dengan realisasi belanja tertinggi saat ini, yakni Banyuasin sebesar 44,91 persen, disusul OKU Timur sebesar 43,26 persen, dan Palembang sebesar 37,36 persen. Sedangkan, untuk realisasi terendah yaitu Lahat sebesar 17,63 persen, dan PALI sebesar 14,63 persen.
“Kinerja APBD perlu untuk terus didorong guna mendukung proses pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Maka dari itu, Pemda harus mengoptimalkan dana yang saat ini cukup tinggi di rekening kas umum daerah,” katanya. (*)




