PSBB Jilid Dua Dicabut, Pelanggar Tanpa Sanksi

Tingkatkan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

 

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palembang jilid dua, dicabut. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memutuskan untuk mengambil kebijakan penegakan disiplin protokol kesehatan. Hanya saja, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 memutuskan tanpa adanya sanksi.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, bahwa pertimbangan ini tak terlepas dari status zona orange yang ditetapkan Kota Palembang. Apalagi berdasarkan penilaian selama dua kali penerapan PSBB memberikan hasil yang sangat positif.

“Pada penerapan protokol kesehatan ini tidak ada sanksi, lebih pada edukasi saja, ” ujar Harnojoyo, Rabu (17/6).

Dia mengatakan, 15 indikator penilaian Palembang mendapatkan perbaikan skor menjadi 1,9 dari sebelumnya berada di zona merah dengan nilai 1,8 saat PSBB tahap pertama.

“Karenanya kita simpulkan untuk tidak melanjutkan PSBB, namun lebih kepada penegakan disiplin protokol kesehatan. Selama penerapan ini tidak ada batasan waktu dan sanksi seperti saat PSBB dijalankan,” tambahnya.

Selama pelaksanaannya, kata Harno, Pemerintah Kota Palembang bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan berupaya memaksimalkan upaya edukasi ke masyarakat sehingga benar-benar menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas.

“Ya sifatnya humanis dan mengimbau masyarakat. Walau tanpa batas waktu, evaluasi tetap kita lakukan berkala,” terangnya.

Selain itu, ditegaskan, semua aturan pelaksanaan penegakan disiplin protokol kesehatan akan mengacu kepada aturan teknis dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah akan mengikuti arahan dan menyesuaikan aturan dengan kondisi di daerah.

Baik terkait sekolah, moda transportasi, rumah ibadah dan lainnya, mengikuti surat edaran kementerian yang mengedepankan protokol kesehatan.

“Apapun istilahnya, ini adalah upaya kita menuju new normal. 1.752 personil gabungan akan membantu optimalkan penegakkan disiplin Covid-19 yang humanis,” katanya, lagi.

Sementara, Kapolrestabes Palembang Kombespol Anom Setiyadji menambahkan, selama penerapan PSBB tahap pertama dan kedua di Palembang tren perbaikan penyebaran kasus Covid-19 terlihat.

Didalamnya pun sudah dilakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Seperti di beberapa pusat bisnis seperti mall telah menjalankan protokol kesehatan dan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19.

“Tinggal fokus kita kedepan adalah bagaimana menata pasar. Semua personil akan dikerahkan untuk menggugah kesadaran masyarakat,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *