Produksi Pusri Tahun 2018 Diatas Target

PALEMBANG, SuaraSumselNews |  Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro menegaskan di tahun 2019 pihaknya akan menggenjot penjualan urea non subsidi dan fokus pada pasar komersil. Pernyataan ini menyusul adanya pengurangan jumlah urea subsidi yang ditetapkan pemerintah hingga mencapai 15 persen dari angka 1.3 juta ton di tahun 2018. Hal ini diungkapkan Mulyono usai melakukan pengantongan terakhir pupuk 2018 serta pengantongan perdana untuk tahun 2019, Senin (24/12/2018) malam di Pabrik Urea 2D.

Mulyono mengatakan, untuk tahun 2019 pihaknya akan menjual pengurangan pupuk bersubsidi ke pasar bebas karena dari jumlah target produksi sekitar 2.170 juta ton.

Selain itu, ke depannya perseroan mulai sedikit demi sedikit melakukan perubahan iklim bisnis, salah satunya dengan melakukan transformasi digital, diharapkan dengan adanya perubahan dapat di efisiensikan dari sisi operasional.

“Kita dapat meningkatkan kompetisi melalui  teknolgi digital, salah satunya dengan E-PAS, aplikasi ini dapat melayani dan mengatasi masalah dalam pertanian dan agrobisnis, sehingga Pusri Palembang dapat bersaing di pasar,” bebernya.

Dirut menyebut angka penjualan tahun ini pada posisi membanggakan. “Dalam kondisi saat ini masih bisa memproduksi diatas target. Semua produksi terjual habis,” ucapnya.

Tahun 2019 kata Mulyono, pihakya akan  tetap melakukan efisiensi untuk biaya produksi amoniak dan urea sehingga produk-produk Pusri akan lebih kompetitif.

Mulyono melaporkan realisasi produksi amoniak, urea dan NPK. Produk Amoniak selama 2018 untuk Pusri I, realisasi 395, 140 dan RKAP 384,300 atau 103%, Pabrik Pusri -III  realisasi 364,400, RKAP 363,100, atau 100%, Pusri-II B, realisasi 614,670, RKAP 668, 000, atau 92%, total realisasi produksi amoniak 2018 mencapai 1,531,570 ton lebih tinggi dari RKAP sebesar 1,415,400 ton atau RKAP 108%.

Sementara pupuk NPK realisasi produksi mencapai 104,290 ton, sementara RKAP mencapai 100.000 ton atau RKAP 104%. Selain itu, paparnya produksi pupuk urea pada 2018, Pusri I B realisasi sebanyak  486,650, RKAP 526,700 atau  RKAP 92 %,  Pusri III 424,680, RKAP 558,400, RKAP 76%, sementara Pusri II B 921,650, RKAP 942,400, atau RKAP 98%. Total produksi urea 2018 yakni 2,175,200 ton sementara RKAP 2,027,500 ton atau 107%. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar