Polisi Halau Ratusan Motor Suka Ngebut di Jakabaring

Detik-detik Tahun Baru 2020

DETIK detik menjelang tutup tahun di Birmingham Sriwijaya, beragam kemeriahan yang dilakukan warga Kots Pslembang.

Misalnya, masalah tingkat polusi udara di Kota Palembang dan sekitarnya, tengah malam Selasa (31/1) terlihat mengalami peningkatan secara signifikan.

Apa penyebabnya, ya karena pada pukul 21:50 WIB, dikawasan Jakabaring, tepatnya di depan Swalayan disekitar bundaran Air Mancur, terlihat asap mengepul menghiasi langit-langit LRT.

Asap hasil pembakaran dari ratusan kendaraan roda dua dan empat itu, menghiasi langit Jakabaring sport city.
Ratusan kendaraan tersebut, terlihat merangkak memutari bundaran Air Mancur Jakabaring Palembang.

Catatan suarasumselmews.co.id, arus kendaraan mulai terlihat padat di lokasi, terpantau ramai sejak pukul 20:00 WIB.
Puluhan anggota polisi terlibat sibuk mengatur arus lalu lintas dilokasi, desingan suara Pluit anggota polisi menghiasi wajah kemacetan seputaran bundaran Air Mancur Jakabaring Palembang.

Didepan pos pengamanan tahun baru yang didirikan oleh aparat, terlihat sejumlah anggota polisi yang sedang menghalau laju kendaraan yang melintas di lokasi terlihat padat.

Sementara di tepi jalan bundaran Air Mancur Jakabaring, terlihat puluhan pedagang kaki lima, tengah sibuk melayani pembeli. Begitupun dengan situasi di taman bunga yang ada bundaran Jakabaring, ratusan warga terlihat memadati lokasi.

Puja, (20), salah seorang warga asal Kecamatan Sp Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ditanyai di lokasi, mengatakan, malam ini saya bersama teman-teman dan mama rencananya akan merayakan malam tahun baru disini, kami baru tiba sekitar setengah jam disini.

“Meriah kak, enak, disini ramai. Banyak pedagang, jadi kalau mau jajan tidak perlu capek. Tinggal pilih, malam ini disini semua ada.” ucapnya.

Lain Susi, (51) salah seorang pedagang jagung bakar di bundaran Air Mancur Jakabaring, mengatakan, dia jualan sejak pukul 17:00 sore, hingga jam 22.00 malam ini. “Saya sudah menghabiskan sekitar 215 buah jagung bakar. “Saya jual Rp.8000, harganya sama seperti pedang lainnya, ” tuturnya. (*)
laporan : adeni andriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *