BABAT TOMAN, SuaraSumselNews – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhir- akhir ini tak luput dari musibah kebakaran dari tumpahan minyak ilegal maupun legal.
Buktinya baru-baru ini ada kebocoran pipa minyak mentah milik Pertamina menyeruak ke permukaan. Kali ini pipa bocor, minyak menyeruak menyembur hinga puluuhan meter. Dan tumpahan minyak mengotori dan mengalir ke rumah dan sawah warga yang ada di sekitaran pipa yg bocor..
Toh dampaknya sekitar puluhan rumah warga yg terkena imbasnya. Dan belum lagi parit parit serta kolam dan kebun warga yang rusak akibat semburan minyak di sekitaran tempat kejadian bocornya minyak dimaksud. .
Ini terjadi area lingkungan 2 RT 22 Aerutte Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Kamis (20/11). Alih-alih berbenah, insiden demi insiden justru menambah panjang daftar kelalaian pengelolaan hulu migas oleh BUMN plat merah ini.
Ya, tak hanya sekadar persoalan teknis, kebocoran pipa menjadi momok yang merusak ekosistem terus mengancam produktivitas kebun. Tentunya merugikan masyarakat.
Ironisnya, di saat perusahaan memburu penghargaan lingkungan seperti PROPER, realitas di lapangan justru menunjukkan pencemaran yang terus terjadi di sekitar wilayah operasional.
Warga menduga kebocoran sudah berlangsung dari jam 2 pagi.(20/11) lantaran minyak telah meluber luas tanpa terdeteksi petugas. Media ini
konfirmasi Humas Pertamina, Anharudin mengatakan ini bukanlah kelalaian Pertamina.Tapi hanya terjadi lantaran adanya erufsi.
Bahwa kebocoran pipa di desa kami sering terjadi. Dan yang jadi korban tentunya masyarakat sekitar, ungkap sejumlah warga disini.(feb)




