Pengerjaan Flyover Sekip Terhambat, Tujuh Persil Lahan Belum Dibebaskan

PALEMBANG, SuaraSumselNews | PROYEK pembangunan flyover Simpang Angkatan 66 Sekip Palembang masih terhambat. Diduga, ini terjadi karena pembebasan lahan yang belum rampung, sehingga mengakibatkan progres pengerjaan fisik baru terealisasi mengalami keterlambatan.

Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Darma Budhy mengatakan, keterlambatan pengerjaan yang baru mencapai 8 persen tersebut karena masih adanya beberapa persil lahan yang belum dibebaskan.

“Ada beberapa hambatan yang dialami tim di lapangan yang meliputi penyiapan lahan, pembuatan badan jalan pendekat, pembuatan drainase, dan pembersihan area pembangunan,” kata Darma Budhy, Kamis kemarin (21/7).

Akibat adanya hambatan tersebut, kata Darma Budhy, maka juga terdampak pada progres pengerjaan flyover Simpang 66 Sekip Palembang. Jika seharusnya pengerjaan fisik sudah mencapai 12 persen, namun karena permasalahan yang terjadi baru terealisasi 8 persen.

“Ya karena masih ada beberapa kendala, tapi ini secara keseluruhan tidak terlalu signifikan menghambat pengerjaan,” katanya.

Untuk mempercepat pembebasan lahan tersebut, Pemprov Sumsel masih terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel lantaran masih adanya tujuh persil lahan yang belum dibebaskan.

Dijelaskannya, dari tujuh lahan persil tersebut meliputi satu persil lahan masih menunggu kepastian kepemilikan lahan, empat persil belum sepakat dengan hasil KJPP 2020, dan dua persil lagi bermasalah kepemilikan karena berada di jalur Pertagas.

“Tujuh persil lagi itu pembebasan lahan sambil jalan, karena ada tahapan apakah nanti akan konsinyasi atau tidak. Kami masih berunding dan minta pendapat Kejati serta melibatkan BPN,” katanya.

Budhy memastikan semua tahapan pembangunan jembatan layang Simpang 66 Sekip dilakukan secara efektif dan maksimal, sehingga pengerjaan sesuai dengan perencanaan pada Desember 2023.

“Jika masalah lahan ini selesai maka akan dimulai dengan pengerjaan membangun jalan pendekat, dibangun mulai dari arah Jalan Basuki Rahmat sampai ke SPBU di Jalan R Soekamto dengan satu lajur, lalu masuk tahap memaksimalkan pekerjaan fisik. Jalan pendekat itu dibutuhkan sehingga aktivitas lalu lintas kendaraan tetap berlangsung,” urainya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *