Penelitian Dosen di Lingkungan Kopertis Masih Minim

PALEMBANG, SuaraSumselNews | Sosialisasi Peraturan Perundang Undangan Bagi Dosen di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II digelar di Hotel Aryaduta, Jumat (16/11).

Ketua Kopertis Wilayah II Slamet Widodo mengatakan, acara sosialisasi percepatan jenjang karir dosen, rektor, rektor kepala dan guru besar Kopertis Wilayah II meliputi Perguruan Tinggi Swasta di Babel, Sumsel, Lampung dan Bengkulu, dengan total dosen 10.364 dosen tetap yayasan dan dosen PNS.

“Kami punya target dosen ini punya serdos. Selain itu, kami dorong dosen mengimplementasikan tri darma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Fasilitas penguatan dosen Rp 1,9 triliun untuk penelitian. Namun dari jumlah 10.364 dosen dilingkungan Kopertis Wilayah II, yang dapat dana penelitian dosen di Kopertis Wilayah II sekitar 300 orang.

Slamet mengungkapkan, sosialisasi ini dilakukan di 4 provinsi, nanti digilir. “Saya dorong dosen untuk melakukan penelitian, yang mendapat beasiswa S2 dan S3 luar negeri baru 21 dosen,” jelasnya.

Sementara, Tim TPAK L2 DIKTI Wilayah II, Didik Susetyo memaparkan mengenai sosialisasi Penilaian Angka Kredit (PAK) dan Jenjang Jabatan Akademik (JJA). Kebanyaknya dosen belum memahami ketentuan dan syarat khusus dan umum dalam regulasi terkait.

“Tahapan usulan harus dikawal informasi sesuai kewenangan baik syarat administrasi dan angka sehingga sosialisasi percepatan JJA dan PAK terus dilakukan,” jelasnya sebagai Narasumber.

PAK dan JJA akan muncul sejalan dengan mulainya pengusulan internal berkas program studi Fakultas, Universitas atau L2DIKTI. “Indikasi penolakan usulan belum dapat disetujui karena perguruan tinggi pengusul dan mensosialisasikan cara penilaian kepada tim penilai. Kebanyakan artikel yang sama hanya mengganti objek penelitian dan dikembalikan pengusul,” bebernya.

Rektor Universitas Bina Darma Palembang, Sunda Ariyana memaparkan melalui sistem PAKJAFA atau Jaringan fungsional Ada empat masalah utama yakni mengenai ketidaklengkapan administrasi, URL karya ilmiah salah, klaim kelompok karya ilmiah tidak benar dan indikasikan plagiasi.

Tips dan triknya pendidikan/ijazah harus menyesuaikan dengan ilmu dan penugasan seperti termasuk dalam Buku Ajar dan buku referensi.

Liputan : Yulie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait